INILAH.COM, Jakarta - Hingga saat ini petugas masih mendalami motif penyerangan yang menewaskan dua orang di depan rumah duka RSPAD Gatot Soebroto. Kapolres Jakarta Pusat Kombes Angesta Romano Yoyol mengatakan penyerangan berlangsung cepat hanya sekitar 20 menit.
Kapolres Jakarta Pusat Kombes Angesta Romano Yoyol mengatakan penyerangan di rumah duka RSPAD Gatot Soebroto itu berawal dari sekelompok orang asal Indonesia Timur tengah melayat salah seorang kerabatnya yang diketahui bernama Bob Stanley Sahusilawane, pada hari Rabu (22/2/2012) malam, sekitar 22.00 WIB.
"Kelompok itu dari Kampung Ambon. Kemudian pada Kamis dini hari, sekitar pukul 01.30 WIB, sekitar 50 orang datang dengan mengunakan delapan mobil. Begitu keluar, mereka bawa golok dan langsung menyerang secara membabi buta kelompok yang sedang duduk-duduk di rumah duka itu," jelas Yoyol, Kamis (23/2/2012).
Penyerangan tersebut berlangsung sekitar 20 menit. Tidak menduga akan mendapat serangan, membuat banyak jatuh korban dari kelompok pelayat. Dalam penyerangan itu dua orang tewas di lokasi kejadian, yakni Stanley AY Wenno dan Ricky Tutu Boy dari kelompok pelayat.
Selain dua orang tewas, enam orang lainnya mengalami luka berat. Mereka adalah Oktavianius (35), Yopi (35), Stanley (39), Ricky (37), Erol (38), dan Jefrey (38) yang juga dari kelompok pelayat. Setelah menyerang, para pelaku lalu meninggalkan lokasi menggunakan taksi. Korban kemudian dibawa ke RSCM, sementara enam korban luka dilarikan ke RS Mitra Kemayoran. Polisi kini juga tengah mengejar pelaku. Motif penyerangan masih belum diketahui.[bay]