Find and Follow Us

Selasa, 19 November 2019 | 09:02 WIB

Golkar Tebus Ijazah Siswa yang Ditahan

Oleh : Wahyu Praditya Purnomo | Kamis, 23 Februari 2012 | 01:30 WIB
Golkar Tebus Ijazah Siswa yang Ditahan
Foto: Ilustrasi
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Karena ijasah disita selama 1,5 tahun, Dian Kardinata (19) dan Muhammad Farid (19), keduanya alumni siswa SMKN 36, Jakarta Utara sulit mencari kerja. Kondisi ini menyedot perhatian, banyak pihak.

Tak ingin kasus berlarut, termasuk DPD I Partai Golkar DKI Jakarta, DPD Golkar memberikan bantuan kepada siswa yang ditahan ijazahnya karena menunggak SPP. Penyerahan ijazah yang ditahan tersebut dilakukan di kantor DPD Golkar dan diserahkan langsung oleh Ketua DPD I Golkar DKI, Prya Ramadhani.

Prya menuturkan, bantuan tersebut diberikan setelah pihaknya membaca berita di surat kabar ada anak yang tidak diterima bekerja karena ijazah aslinya ditahan sekolah. Ijazah asli siswa tersebut, tidak akan diberikan jika siswa belum melunasi uang SPP, uang gedung, ataupun uang praktek selama bersekolah.

"Kami tergerak untuk mencarikan jalan keluar agar anak-anak ini bisa melanjutkan sekolahnya atau mencari kerja. Seharusnya ini menjadi kewajiban Pemda untuk membantu anak-anak seperti ini, bila siswa tidak mampu bayar jangan ditahan ijazahnya. Semoga bantuan ini bisa membantu mereka," ujar Prya, Rabu (22/2/2012) di kantor DPD Golkar DKI.

Sementara Muhamad Farid dan Dian Kardinata, mengaku ijazahnya ditahan pihak sekolah karena menunggak bayaran SPP sejak kelas satu. "Ijazah ditahan karena tidak bayar SPP, uang gedung, dan uang praktek. Total pembayaran untuk SPP saja Rp 5 juta lebih," ujar Farid. Dijelaskannya, penahanan ijazah tersebut sangat menyulitkannya untuk melamar pekerjaan.

Farid yang sudah lulus sejak tahun 2010, baru menerima ijazahnya tahun 2012 ini setelah mendapat bantuan dari Golkar. "Saya nggak tahu soal bantuan. Tahu-tahu dibilang ada yang mau menebus ijazah saya. Kalau melamar kerja, sulit juga kalau hanya fotocopy ijazah yang dilegalisir. Sering ditanya, mana ijazah aslinya," tandasnya. [gus]

Komentar

Embed Widget
x