Find and Follow Us

Jumat, 15 November 2019 | 12:56 WIB

Keluarga Korban Minta Mujianto Dihukum Berat

Sabtu, 18 Februari 2012 | 18:09 WIB
Keluarga Korban Minta Mujianto Dihukum Berat
IST
facebook twitter

INILAH.COM, Mojokerto - Pihak keluarga korban selamat gay Nganjuk di Mojokerto, meminta agar pelaku yang membantai 15 korbannya untuk dihukum seberat-beratnya.

Keponakan korban, Andika meminta, pihak kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut. "Paman saya ini bukan gay, dia hanya korban penipuan pelaku," ungkapnya, Sabtu (18/2/2012) siang.

Pihak keluarga berharap, polisi bisa mengungkap korban pelaku lainnya, karena masih kata Andika, korban pelaku bukan hanya gay. Dengan pengalaman korban tersebut, Andika berharap bisa menjadi contoh masyarakat.

"Dengan kasus yang menimpa paman saya ini, harapannya agar masyarakat yang lain tidak tertipu seperti kejadian ini. Dengan adanya kasus Mujianto ini, semoga polisi bisa mengungkap kasus tersebut," katanya.

Pihak keluarga berharap, pelaku bisa dihukum seberat-beratnya. Karena lanjut Andika, selain mengambil uang senilai Rp1.030.000 dan handphone milik paman korban, pelaku juga berusaha meracuni paman korban.

"Beruntung, paman saya tidak meninggal seperti korban-korban lainnya. Pelaku sudah berusaha meracuni paman saya, kita sebagai keluarganya tidak terima. Kita minta polisi menghukum pelaku dengan seberat-beratnya," pintanya.

Salah satu korban selamat gay Nganjuk yang membantai 15 orang merupakan Sekretaris Desa (Sekdes) Japanan, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Safi'il Anam (52). Namun, korban menampik jika ia gay seperti korban lainnya namun sebagai korban penipuan pelaku. [beritajatim.com]

Komentar

Embed Widget
x