Rabu, 16 Mei 2012 | 23:57 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Penundaan Lelang Pembangunan ITF Sarat Kepentingan
Headline
Oleh: Wahyu Praditya Purnomo
metropolitan - Kamis, 9 Februari 2012 | 03:03 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Permintaan Komisi D DPRD DKI Jakarta untuk menunda sementara prakualifikasi lelang pembangunan dan pengoperasian intermediate tretmen facility (ITF) Sunter hingga dibentuknya Pansus, sarat kepentingan.

Direktur Eksekutif Masyarakat Pemantau Kebijakan Eksekutif dan Legislatif (Majelis), Sugiyanto, mengungkapkan, indikasi adanya kepentingan baik dari Dinas Kebersihan (Dinkes) atau dari Dewan, terlihat sejak dibentuknya Pansus, hingga kini, masih belum ada kepastian jadwal baru lelang.

Menurutnya, penundaan itu tidak perlu terjadi bila Dinkes dan Dewan mempunyai keberpihakan yang sama kepada masyarakat DKI Jakarta. Apalagi Kepala Dinas Kebersihan Eko Bharuna pernah mengatakan bahwa tidak ada pelangaran dalam program ITF Sunter karena sudah sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) dan telah disetujui dewan.

“Bila sudah disetujui oleh dewan mengapa dipermasalahkan. Program ITF Sunter inikan sudah lama direncanakan, mengapa baru sekarang diributkan pembentukan Pansusnya ” kata Sugiyanto saat ditemui di kantor Balaikota DKI, Rabu (8/2/2012).

Diungkapkannya, kecurigaan dewan terhadap prakualifikasi lelang pembangunan dan pengoprasian ITF Sunter, sarat rekayasa, untuk itu Pansus ITF Sunter, diminta harus lebih waspada dalam mejalankan tuganya.

“Pansus harus mampu mendalami dugaan sarat rakayasa ini. Tidak hanya itu Pansus juga harus mencermati kemungkinan adanya kepentingan dewan, yang mengunakan penundaan prakualifikasi lelang sebagai alat tawar-menawar politik “ jelasnya.

Dirinya pun meminta agar Pansus ITF Sunter, bekerja lebih hati-hati dan transparan, dimana hasilnya harus diumumkan secara terbuka kepada masyarakat. “Saat ini citra politisi partai politik sedang jatuh. Dengan mengumumkan secara tranparan hasil dari pansus ini, dewan bisa mendapat simpatik dari masyarakat," ungkapnya.

Sebagaimana diketahui pada awal bulan Desember 2011, Dinas Kebersihan berencana mengadakan prakualifikasi lelang pembangunan dan pengoprasian intermediate tretmen facility (ITF) Sunter. Program pengelolahan sampah dalam kota di lokasi SPA Sunter ini mengunakan teknologi waste to energy ( Incinerator ). ITF Sunter didesain mampu mengolah sampah minimal 1000 ton/hari.

Pembangunan dan penembangunan intermediate tretmen facility (ITF) Sunter mengunakan 100% Investasi dari Badan Usaha Terpilih dengan bentuk kerjasama Bangun Guna Serah (BGS) dan konsensi selama 25 tahun. Harga patokan tertinggi (HPS) yang ditetapkan Dinas Kebesihan DKI Jakarta sebesar Rp. 400.000,- ( Empat Ratus Ribu Rupiah ) per ton.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.