INILAH.COM, Jakarta - Setelah Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap dua pilot maskapai penerbangan Lion Air karena kedapatan mengonsumsi narkotika jenis sabu, kedua pilot tersebut kini harus menjalani rehabilitasi di Lido yang merupakan milik BNN.
"Kedua pilot itu sudah kita bawa ke Lido untuk menjalani rehabilitasi. Dan keduanya hanya sebagai pengguna," kata Benny J. Mamoto, Direktur Tindak dan Kejar Pemberantasan, BNN, Rabu, (8/2/2012).
Untuk selanjutnya, BNN tengah mengincar orang yang menjual sabu kepada mereka serta mengejar bandar besarnya. Dirinya sengaja melakukan penangkapan terlebih dulu kepada pilot, karena pekerjaannya berhubungan dengan masyarakat banyak.
Sebelumnya pada 4 Februari 2012 lalu, SS ditangkap saat pesta sabu di Hotel Garden Palace, Surabaya. Saat itu SS bersama tiga pilot lainnya tengah asyik bermain kartu, namun ketiga temannya dinyatakan negatif menggunakan sabu yang kemudian akhirnya dilepaskan.
Penangkapan terhadap SS merupakan hasil pengembangan dari pilot Lion Air berinisial HA yang sebelumnya ditangkap pada 10 Januari 2012 silam di sebuah room karaoke Grand Clarion, Makassar. Saat itu HA mengaku pernah menggunakan sabu bersama SS. Dari hasil keterangan itu, kemudian dilakukan pengintaian terhadap SS, hingga akhirnya ia ditangkap beserta barang bukti sabu yang sedang digunakan.