Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 23 Desember 2014 | 11:38 WIB
Hide Ads

Syaiful Nekat Suntik Minyak Rambut ke Alat Kelamin

Oleh : - | Jumat, 3 Februari 2012 | 15:52 WIB
Syaiful Nekat Suntik Minyak Rambut ke Alat Kelamin
beritajatim.com

INILAH.COM, Pamekasan - Nasib malang dialami oleh Syaiful Romadhan (37), warga Dusun Mandala, Desa Tlanakan, Kabupaten Pamekasan. Niatnya untuk memuaskan istrinya diranjang, harus berakibat fatal. Bahkan Syaiful terancam kehilangan alat kelaminnya.

Siapa yang tidak ingin memuaskan pasangannya di ranjang? Tentu jawabannya adalah baik laki-laki dan wanita memiliki keinginan seperti itu. Namun, apes terjadi pada Syaiful Romadhan (37), warga Dusun Mandala, Desa Tlanakan, Kabupaten Pamekasan. Demi memuaskan istrinya, bapak tiga anak ini melakukan suntik buah zakar dengan minyak rambut.

Celakanya, bukan kepuasan yang didapat. Buah zakar Syaiful-sapaan akrabnya- justru membesar hingga menyerupai sebuah mangkok. Tiap hari, Syaiful merasa sakit di bagian alat vitalnya.

"Jangankan disentuh, berjalan saja saya sekarang tidak mampu," katanya, Jum'at (3/2/2012).

Dia mengatakan ide menyuntik buah zakarnya muncul karena desakan teman-temannya saat ia menghuni rumah tahanan (rutan) Sampang. Syaiful ditahan atas kasus kecelakaan yang menimpa dirinya. Maklum, untuk mencukupi kebutuhan rumah tangganya, ia bekerja sebagai sopir.

"Saya ditahan selama 32 hari," ucapnya.

Menjelang keluar dari tahanan, sambung Syaiful, ia dirayu teman-temannya agar saat keluar dari tahanan bisa memberikan kepuasan bagi sang istri. Caranya, dengan menyuntik buah zakar menggunakan minyak rambut.

Karena tergoda, Syaiful, akhirnya mengikuti petunjuk yang diberikan teman-temannya. "Reaksinya terjadi ketika saya sudah berada satu minggu di rumah. Sampai saat ini tidak bisa 'dipakai'," sesalnya.

Demi memulihkan kondisinya, ia dan istrinya, Sulalah (32), memutuskan berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pamekasan. Namun, karena dari pihak rumah sakit tidak mampu untuk mengatasi penyakitnya, maka ia hanya diberikan surat rujukan untuk berobat ke Surabaya.

"Saya diharuskan membawa uang Rp 32 juta. Saya dapat dari mana uang sebanyak itu. Dan, kalaupun ada, alat kemaluan saya harus dipotong. Karena sudah terinfeksi," jelasnya.

Hingga saat ini, Syaiful hanya bisa terbaring lemas dengan ditemani istri tercinta.[beritajatim/bay]


Berita Terkait Lainnya

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Login with