Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Oktober 2017 | 02:27 WIB

Proyek JLNT Antasari Bahayakan Pengguna Jalan

Oleh : Agus Rahmat | Kamis, 26 Januari 2012 | 07:00 WIB
Proyek JLNT Antasari Bahayakan Pengguna Jalan
inilah.com/Agus Priatna
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Proyek jalan layang non-tol (JLNT) paket antasari, sangat membahayakan pengguna jalan. Pasalnya, pengerjaan yang sudah tahap memasang lempengan jalan, rawan terjadi kecelakaan fatal.

Pengerjaan di bagian atas terus dikebut oleh pelaksana proyek. Sementara, laju lalu lintas yang berada di bawah tetap diberlakukan. Bahkan, arus lalulintas hampir setiap hari padat dan memang daerah antasari hingga Blok M rawan macet terutama jam-jam kerja.

Kekhawatiran utama adalah ketika pekerjaan terus dipaksakan sementara arus lalulintas juga berjalan seperti biasa, kecelakaan-kecelakaan bisa saja terjadi. Hal ini mengingatkan pada kejadian runtuhnya jembatan Tenggarong Kutai Kartanegara beberapa waktu silam. Arus lalulintas tetap berjalan sementara perbaikan jembatan juga dilakukan. Akibatnya fatal. Puluhan nyawa melayang.

Proyek jalan yang diambil dari dana multiyears Pemprov DKI Jakarta ini, memang dilakukan untuk mengatasi kemacetan. Sebelumnya, Pemprov DKI melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) telah mengalokasikan waktu penutupan jalan. Jalan antasari depan Kantor Walikota Jakarta Selatan, ditutup sejak pukul 22.00 Wib hingga 05.00 Wib agar pengerjaan tidak terganggu.

Selebihnya, pengerjaan dihentikan agar arus lalulintas lancar tanpa gangguan pengerjaan proyek. Hanya saja, belakangan ini nampaknya pengerjaan proyek tetap berlanjut dan lalulintas juga berjalan. Terutama, setelah pengerjaan sudah memasuki tahap pemasangan lempeng atas jalan layang ini.

"Ngeri kalau kita lewat disitu, apalagi kalau macet. Lihat ke atas membuat kita khawatir takutnya ada yang jatuh," ujar Firman, salah seorang pengguna jalan yang biasa melintas jalan antasari.

Sebelumnya, masyarakat juga pernah memprotes pengerjaan ini karena saat pagi hari, aktivitas pengerjaan terus dilakukan. Akibatnya, terjadi kemacetan parah, apalagi kondisi jalan menjadi licin karena bekas galian tanah. Kepala Dinas PU DKI Ery Basworo pernah menegur pelaksana proyek karena jam-jam itu seharusnya tidak ada aktivitas.

Dinas PU terutama harus mengambil sikap tegas dengan kondisi ini. Jika memang pengerjaan masih dilakukan, lebih baik jalan ditutup dan dialihkan dengan jalur alternatif yang sudah disiapkan. Mengantisipasi agar tidak terjadi sesuatu dikemudian hari. [gus]

Komentar

 
x