Find and Follow Us

Kamis, 14 November 2019 | 23:22 WIB

Kericuhan Warnai Sidang Ustad Uci

Oleh : Wahyu Praditya Purnomo | Selasa, 10 Januari 2012 | 18:02 WIB
Kericuhan Warnai Sidang Ustad Uci
Fota : ilustrasi
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Sidang kasus penculikan dan pengeroyokan terhadap Ustad Uci di Makam Embah Priok, kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (10/1/2012). Kericuhan terjadi di sidang yang telah memasuki pembacaan tuntutan tersebut.

Sidang yang menghadirkan 4 terdakwa, di antaranya Bambang Setiawan, Indra Budianto, Toha Fauzi, Aswadi bin Harun ini, sempat diwarnai ketegangan. Ketegangan dimulai, saat salah satu anggota ormas bernama Arwani berteriak mempertanyakan ketidak hadiran dua pimpinan Makam Embah Priok, yaitu Ustad Ali Zaenal Abidin dan Abdullah atau Sting.

"Mereka adalah tokoh di makam Embah Priok dan mereka berada dibalik insiden itu. Mereka harus dihadirkan dipersidangan ini," teriak Arwani salah satu anggota ormas yang mengenakan seragam serba hitam.

Pertanyaan Arwani dilontarkan setelah Hakim yang dipimpin Anna Andanawarih mengetuk palu tanda sidang ditutup. Menurut Arwani, sampai saat ini kedua orang yang dimaksud ada di makam itu tidak hadir dalam persidangan. "Kami tidak mengerti kenapa hingga kedua orang itu tidak pernah muncul, baik dalam persidangan maupun dalam pemeriksaan kepolisian," tegasnya.

Polisi juga dituding tidak tegas, karena tidak bisa memeriksa dua Habib pimimpin Makam Embah Priok itu. "Saat memberikan panggilan itu, polisi tidak berani masuk dan hanya di luar makam itu," ucapnya.

Bila sampai sidang yang rencananya akan dilanjutkan pada Selasa (17/1/2012) besok kedua tokoh makam Embah Priok tidak juga hadir, mereka mengancam akan menggelar pengadilan jalanan. "Kalau sidang selanjutnya kedua orang itu tidak ada, kami siap menjemput sendiri. Bahkan bila perlu kami adili sendiri," ancamnya.

Sementara itu, Ustad Uci yang menjadi korban dalam insiden tersebut mengatakan, hanya mereka (dua habib) yang mengerti motif dibalik penculikan dan penganiayaan terhadap dirinya. "Saya sendiri tidak mengerti kenapa saya diculik dan disiksa," ujar Ustad Uci

Ustad Uci yang sempat disekap selama 1 minggu di Makam Embah Priok ini, mengalami cacat permanen, yaitu rahang patah, 2 buah gigi hilang, di punggungnya banyak terdapat bekas sundutan rokok dan tetesan plastik panas.

Sementara dalam pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Tikyono, empat terdakwa kasus tersebut, yaitu Bambangs Setiawan, Indra Budianto, Toha Fauzi, dan Aswadi bin Harun, dituntut 9 tahun dipotong masa tahanan. Keempat terdakwa yang tidak didampingi satupun pengacara itu, masih diberikan kesempatan untuk melakukan pembelaan.

Dalam sidang pembacaan putusan ini, dihadiri oleh lima organisasi masyarakat (ormas) di Jakarta Utara, diantaranya FBB (Forum Betawi Bersatu), Mappan (Masyarakat Pesisir Pelabuhan dan Nelayan), dan FPI (Front Pembela Islam).[bay]

Komentar

Embed Widget
x