Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 3 Agustus 2015 | 20:07 WIB
Hide Ads

Surat Pengunduran Diri Prijanto Gunakan Kop TNI AD

Oleh : Wahyu Praditya Purnomo | Senin, 9 Januari 2012 | 19:30 WIB
Surat Pengunduran Diri Prijanto Gunakan Kop TNI AD
Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto - inilah.com/ Dok

INILAH.COM, Jakarta - Hari ini pimpinan DPRD DKI Jakarta, kembali menerima surat pengunduran diri Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto, untuk kedua kalinya. Dalam surat pengunduran kedua, Prijanto menggunakan kop surat berlambang Angkatan Darat (AD) dengan dua bintang di tengahnya.

Surat pengunduran diri Prijanto ini terbilang unik, pasalnya semenjak menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta mendampingi Fauzi Bowo selaku Gubernur DKI Jakarta, status Prijanto sudah tidak lagi aktif sebagai prajurit Angkatan Darat. Namun dalam surat pengunduran diri Prijanto yang diterima Wakil Ketua DPRD, Triwicaksana, masih menggunakan kop lambang AD lengkap dua bintang di tengahnya.

Sama seperti surat pengunduran diri yang pertama, dalam surat kali ini pun Prijanto tidak juga memberikan alasan pengunduran dirinya. Dalam surat yang terdiri dari empat poin itu, mantan Asisten Teretorial Kepala Satuan Angkatan Darat (Aster KSAD) hanya menyampaikan pengunduran dirinya kepada kepada Ketua pimpinan DPRD dan penyampaian surat kedua sebagai perbaikan dari surat pertama saja.

"Dalam surat tersebut sebenarnya kurang lengkap, karena tidak disampaikan alasan pengunduran dirinya secara tertulis seperti yang diminta pimpinan DPRD beberapa waktu lalu," kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Triwicaksana, saat ditemui diruang kerjanya, Senin (9/1/2012) sore.

Dijelaskan Triwicaksana, menindaklanjuti surat pengunduran ini pihak pimpinan DPRD kembali akan memanggil Prijanto untuk menyampaikan alasan pengunduran dirinya dalam rapat pimpinan gaubungan DPRD DKI Jakarta dan mendengar alasan sebab kemunduran wakil dan kesanggupan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo menjalankan pemerintahan tanpa adanya wakil Gubernur.

"Setelah itu, tahapan selanjutnya kita baru menggelar rapat paripurna untuk mendengar tanggapan anggota dewan mengenai kemunduran Pak Pri, apakah mereka setuju atau tidak. Rapat ini akan dilakukan secepatnya," jelas Triwicaksana.[bay]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.