Find and Follow Us

Minggu, 17 November 2019 | 03:55 WIB

Polda Pesimistis Weekend Car Bisa Diterapkan

Oleh : Irvan Ali Fauzi | Jumat, 6 Januari 2012 | 21:50 WIB
Polda Pesimistis Weekend Car Bisa Diterapkan
Foto:Ist
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta Polda Metro Jaya menanggapi pesimistis wacana penerapan sistem weekend car (mobil akhir pekan) untuk mengatasi masalah kemacetan di DKI Jakarta. Kepala Subdit Keamanan dan Keselamatan Ditlantas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Yakub Dedi Karyawan menilai pemberlakuan sistem weekend car merugikan Pemprov DKI.

Sistem itu hanya akan mengurangi pendapatan DKI Jakarta. Selain faktor APBD, kata Yakub, konsep weekend car juga mempengaruhi banyak sistem. Weekend car adalah aturan yang membolehkan pemilik mobil untuk menggunakannya hanya pada waktu-waktu tertentu, terutama akhir pekan.

"Jika di Singapura, beli mobil susah sama halnya di China, kalau mau membeli mobil harus mengikuti lelang dahulu, dia baru bisa beli mobil. Tetapi kalau di sini belum bisa diterapkan sistem weekend car tersebut, karena berdampak terhadap penerimaan pajak APBD DKI yang akan merosot," ujar Yakub, Jumat (6/1/2012).

Wacana penerapan weekend car mengemuka seiring dengan semakin parahnya kemacetan di Jakarta. Kebijakan pembatasan kendaraan di Jakarta sudah sangat mendesak mengingat angka pertambahan kendaraan di Jakarta selama periode 2010 sampai 2011 sebesar 11,26 persen.

Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengusulkan agar pemerintah pusat memberlakukan pembatasan kendaraan seperti yang diberlakukan di kota-kota besar dunia. Misalnya, penerapan weekend car seperti yang ada di Singapura. [tjs]

Komentar

Embed Widget
x