Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 23 Desember 2014 | 08:07 WIB
Hide Ads

Sarjana Ekonomi Cabuli ABG Cianjur Bertahun-tahun

Oleh : - | Kamis, 29 Desember 2011 | 11:38 WIB
Sarjana Ekonomi Cabuli ABG Cianjur Bertahun-tahun
Foto : ilustrasi

INILAH.COM, Cianjur - Seorang pria sarjana ekonomi di Cianjur, Jabar, menjadi pesakitan di PN Cianjur setelah kasus pencabulan yang dilakukannya selama bertahun-tahun terhadap seorang ABG berusia 15 tahun terbongkar.

Dalam persidangan, modus IA (40) untuk mencabuli korban yang juga merupakan adik iparnya sendiri, adalah dengan memberikan terapi kesehatan melalui pengobatan alternatif. Dengan modus ini, sarjana ekonomi itu dengan leluasa mencabuli korban.

Informasi dihimpun perbuatan pelaku mencabuli korban telah terjadi sejak tahun 2008, di mana saat itu korban masih duduk di bangku kelas 1 SMP hingga akhir tahun 2010.

Perbuatan bejad pelaku terungkap saat kakak korban menaruh curiga dengan kedekatan keduanya. Korban awalnya tidak berani menceritakan perbuatan kakak iparnya tersebut, namun setelah didesak pihak keluarga, korban akhirnya menceritakan perbuatan pelaku.

"Setelah mendapat hasil visum, pihak keluarga melaporkan hal tersebut ke Polres Cianjur melalui unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA)," kata Kepala Sub Seksi Pra Penuntutan Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur, Agatha Wangge.

Dia mengatakan, modus yang digunakan pelaku terbilang baru, sehingga pelaku dengan leluasa mencabuli korban dalam rentang tiga tahun. "Korban tidak melakukan perlawanan, namun korban mengaku tidak pernah sadar saat dicabuli pelaku. Karena masih polos korban yang baru berusia 12 tahun ketika itu gampang diperdaya pelaku hingga berujung pencabulan," tuturnya.

Setiap menjalankan aksi bejatnya, pelaku melakukannya di satu tempat, tepatnya di lokasi usaha orang tua korban di Kampung Mekarsari, Desa Hegarmanah, Kecamatan Sukaluyu, Cianjur. Agatha yang bertindak sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus tersebut, menjerat terdakwa dengan Pasal 81 ayat (2) UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Serta Jo Pasal 64 ayat (1) KUH Pidana karena terdakwa sengaja melakukan tipu muslihat dan serangkaian kebohongan atau membujuk anak untuk melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain. "Kami tidak akan menoleransi perbuatan pelaku tersebut. Apa yang telah dilakukannya selain merusak fisik korban juga telah merusak psikis dan masa depan korban hancur," tandasnya.[inilahjabar/bay]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Login with