Sabtu, 23 Agustus 2014 | 04:36 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Sarjana Ekonomi Cabuli ABG Cianjur Bertahun-tahun
Headline
Foto : ilustrasi
Oleh:
metropolitan - Kamis, 29 Desember 2011 | 11:38 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Cianjur - Seorang pria sarjana ekonomi di Cianjur, Jabar, menjadi pesakitan di PN Cianjur setelah kasus pencabulan yang dilakukannya selama bertahun-tahun terhadap seorang ABG berusia 15 tahun terbongkar.

Dalam persidangan, modus IA (40) untuk mencabuli korban yang juga merupakan adik iparnya sendiri, adalah dengan memberikan terapi kesehatan melalui pengobatan alternatif. Dengan modus ini, sarjana ekonomi itu dengan leluasa mencabuli korban.

Informasi dihimpun perbuatan pelaku mencabuli korban telah terjadi sejak tahun 2008, di mana saat itu korban masih duduk di bangku kelas 1 SMP hingga akhir tahun 2010.

Perbuatan bejad pelaku terungkap saat kakak korban menaruh curiga dengan kedekatan keduanya. Korban awalnya tidak berani menceritakan perbuatan kakak iparnya tersebut, namun setelah didesak pihak keluarga, korban akhirnya menceritakan perbuatan pelaku.

"Setelah mendapat hasil visum, pihak keluarga melaporkan hal tersebut ke Polres Cianjur melalui unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA)," kata Kepala Sub Seksi Pra Penuntutan Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur, Agatha Wangge.

Dia mengatakan, modus yang digunakan pelaku terbilang baru, sehingga pelaku dengan leluasa mencabuli korban dalam rentang tiga tahun. "Korban tidak melakukan perlawanan, namun korban mengaku tidak pernah sadar saat dicabuli pelaku. Karena masih polos korban yang baru berusia 12 tahun ketika itu gampang diperdaya pelaku hingga berujung pencabulan," tuturnya.

Setiap menjalankan aksi bejatnya, pelaku melakukannya di satu tempat, tepatnya di lokasi usaha orang tua korban di Kampung Mekarsari, Desa Hegarmanah, Kecamatan Sukaluyu, Cianjur. Agatha yang bertindak sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus tersebut, menjerat terdakwa dengan Pasal 81 ayat (2) UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Serta Jo Pasal 64 ayat (1) KUH Pidana karena terdakwa sengaja melakukan tipu muslihat dan serangkaian kebohongan atau membujuk anak untuk melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain. "Kami tidak akan menoleransi perbuatan pelaku tersebut. Apa yang telah dilakukannya selain merusak fisik korban juga telah merusak psikis dan masa depan korban hancur," tandasnya.[inilahjabar/bay]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER