Find and Follow Us

Kamis, 21 November 2019 | 09:41 WIB

Jangan Politisasi Kasus Pencurian Pulsa

Oleh : Bayu Hermawan | Sabtu, 17 Desember 2011 | 23:30 WIB
Jangan Politisasi Kasus Pencurian Pulsa
Foto : ilustrasi
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Forum Masyarakat Telekomunikasi Indonesia (FMTI) menilai koreksi bersama harus dilakukan untuk bisa segera menyelesaikan kasus pencurian pulsa. FMTI berharap kasus pencurian pulsa bisa diselesaikan secara benar tanpa harus dipolitisasi.

Koordinator Forum Masyarakat Telekomunikasi Indonesia, Ahmad Hariri, mengatakan untuk dapat menyelesaikan kasus pencurian pulsa yang menimpa pelanggan telepon seluler oleh pihak content provider (CP), semua pihak baik pemerintah, provider, content provide, serta pihak lain yang mempunyai kepentingan harus bisa duduk bersama.

"Secara praksis, kasus ini merupakan cermin atas masih belum maksimalnya kerjasama seluruh pihak baik DPR, pemerintah hingga pelaku usaha (CP) dalam menjalankan regulasi hingga berujung pada munculnya laporan masyarakat terkait penyedotan pulsa di luar kendali," katanya kepada wartawan di Hotel Maharaja, Jakarta Selatan, Sabtu (17/12/2011).

Ahmad melanjutkan jika konteksnya adalah penataan secara konkrit sistem telekomunikasi nasional, maka semua pihak yang terkait harus ikhlas duduk bareng mencari solusi bukan hanya memunculkan sensasi. "Kita harus melepas sekian banyak kepentingan politik yang mengikat kita terutama menyangkut kasus sedot pulsa pelanggan telpon seluler di Indonesia," ucapnya

Selain itu FMTI, berharap kasus pencurian pulsa ini tidak dijadikan ajang politisasi dan rekayasa demi kepentingan pihak-pihak tertentu. Karena jika itu yang terjadi, maka masyarakat kembali akan menjadi pelengkap penderita.

"Kami menolak upaya politisasi kasus pencurian pulsa atas nama kepentingan politik praktis. Kami tak ingin kerugian masyarakat dibarter dengan ambisi para politisi," tegasnya.[bay]

Komentar

Embed Widget
x