Find and Follow Us

Jumat, 15 November 2019 | 00:04 WIB

Ratusan Siswa SMKN 29 Lapor Komnas PA

Oleh : Anton Hartono | Selasa, 13 Desember 2011 | 04:07 WIB
Ratusan Siswa SMKN 29 Lapor Komnas PA
Foto:Ist
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Sebanyak 105 siswa SMKN 29 yang dahulu dikenal dengan STM Penerbangan Jakarta Selatan mendatangi Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA). Mereka datang untuk melaporkan kekerasan fisik yang dilakukan oleh pihak sekolahnya.

Kekerasan fisik tersebut di antaranya seperti tamparan, pukulan, serta sabetan dengan ikat pinggang yang dilakukan oleh sejumlah guru dan kepala sekolahnya.

Kekerasan itu dilakukan oleh para guru dan kepala sekolah karena para siswa terlibat tawuran dan sempat diamankan oleh Polres Jaksel pada (8/12/2011) lalu. Akibatnya para siswa mengaku trauma psikis dan yang lebih parah lagi mereka juga kerap diancam akan dikeluarkan dari sekolah.

Menanggapi laporan para siswa, Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait menjelaskan bahwa siswa yang melapor sebanyak lima anak namun dari penuturan para siswa itu sebanyak 105 siswa yang mengalami kekerasan. Dan peristiwa yang dialami para siswa tersebut, bertentangan dengan pasal 54 Undang-Undang No.23/2002 tentang Perlindungan Anak.

"Dalam pasal itu disebutkan, setiap anak di lingkungan sekolah wajib dilindungi dari tindakan kekerasan. Dan tidak ada ketentuan yang membenarkan terjadinya kekerasan di sekolah," katanya, Senin (12/12/2011).

Dirinya menyesalkan adanya kekerasan fisik yang terjadi dalam dunia pendidikan seperti yang dialami siswa SMKN 29 Jaksel. Dan mengatakan tidak ada pengampunan bagi guru yang telah mencederai siswanya secara psikis. Apalagi semestinya guru melindungi siswanya, bukan sebaliknya.

Arist menambahkan, apa yang dilakukan guru sesuai cerita para siswa SMKN 29 itu sudah masuk dalam tindak pidana dengan ancamannya 15 tahun penjara. Dan pihaknya akan memanggil pihak sekolah sebagai bentuk klarifikasinya. "Jika pihak sekolah tidak bersedia atau tidak merespon, maka kita akan bawa ke jalur hukum," katanya. [gus]

Komentar

Embed Widget
x