Find and Follow Us

Selasa, 10 Desember 2019 | 14:55 WIB

Ada yang Janggal di Kasus Perkosaan Istri Polisi

Oleh : Irvan Ali Fauzi | Senin, 12 Desember 2011 | 19:35 WIB
Ada yang Janggal di Kasus Perkosaan Istri Polisi
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharudin Djafar - inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Berbagai kejanggalan tampak dalam pengakuan EK (38), Istri perwira menengah polisi yang sebelumnya disebut diperkosa oleh orang yang merampok rumahnya.

Dari kronologi peristiwa yang dipaparkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharudin Djafar, tampak sejumlah kejanggalan. Awalnya, kata Baharuddin, perampok tersebut masuk ke rumah EK selepas tengah malam jelang dini hari, Minggu (11/12/2011). EK menyadari ada perampok tersebut masuk ke rumahnya pukul 03.00 wib.

Kepada penyidik Polres Depok, EK mengaku saat itu diikat dan ditutup matanya dengan lakban. Perampok itu kemudian menggasak perhiasan, uang tunai, dan telepon genggam.

Namun, pukul 04.00 WIB, EK mengirim pesan singkat (SMS) kepada suaminya TS, perwira polisi yang bertugas sebagai Kanit Reskrim di Polsek Pamulang. "Suami mengetahui Jam 04.00 WIB. Suaminya yang membuka lakban itu," ujar Baharudin.

Tentu saja itu tampak janggal. Jika EK diikat dan ditutup matanya dengan lakban, mengapa dia bisa mengirim SMS kepada suaminya. Padahal telepon genggam yang dia miliki diambil perampok. "HP yang satu lagi yang tidak diambil. Entah HP yang mana," kilah Baharudin.

Mengenai ikatan dan tutup mata tersebut, lagi-lagi Baharudin mengatakan alasannya. "Awalnya diikat, tapi pada saat perampok sebelum pergi, dia dilepas," katanya.

Sebelumnya, diinformasikan juga bahwa EK sempat diperkosa oleh pelaku. Namun, Baharudin memberikan keterangan bahwa EK hanya dilecehkan dengan diraba kemaluannya.

Baharudin memaklumi jika keterangan korban masih berubah-ubah, pasalnya korban masih trauma dengan kejadian yang menimpanya. "Setiap ditanya labil, korban masih shock dan trauma," katanya. [tjs]

Komentar

Embed Widget
x