Find and Follow Us

Sabtu, 16 November 2019 | 08:50 WIB

Pembunuh Noel Bercita-cita Jadi Tentara

Oleh : Anton Hartono | Kamis, 1 Desember 2011 | 00:01 WIB
Pembunuh Noel Bercita-cita Jadi Tentara
foto:ilustrasi
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - FAR (14), bocah Sekolah Dasar (SD) di kawasan Susukan, Ciracas yang kini dtetapkan jadi tersangka pembunuh Imanuel Andreas Siagian (14) pelajar SMP 157 Jakarta, ternyata memiliki cita-cita yang terhormat, yakni tentara.

Namun kini cita-cita tersebut pupus, pasalnya kini ia harus menjalani hukuman bersama dua temannya yang ikut terlibat dalam kasus pengeroyokan tersebut.

"Saya punya cita-cita ingin menjadi ABRI. Tapi sekarang nggak tahu gimana ?," ujar FAR yang biasa dipanggil Atink ketika ingin dibawa ke Mapolres Jakarta Timur, bersama dua temannya DS (14) dan NEP (17), Rabu (29/11/2011).

Menurut Atink yang masih duduk di bangku kelas 6 SD itu sudah tiga kali tidak naik kelas. Ini disebabkan oleh terlalu seringnya ia membolos pada saat jam pelajaran.

Bocah broken home itu mengaku sebelum terlibat aksi tawuran, ia menemukan sebuah celurit di lahan kosong yang akhirnya digunakan untuk membacok Noel. "Dia jumlahnya banyak, sekitar 30 orang. Karena gabungan anak-anak Jl Damai sama Badui. Kalau kita, cuma sembilan orang. Tapi dia semua lari melihat saya bawa celurit," kata Atink didampingi pengacaranya.

Sebelumnya, antara remaja Jl Damai yang bergabung dengan Gang Badui (Basis Dua Iblis) terlibat tawuran dengan remaja Gang Kober di Jl Damai RW 04, Susukan, Ciracas. Pecah tawuran disebabkan oleh coretan di dinding di kawasan tersebut.

Dia menceritakan, coretan dinding yang bertuliskan 'CHOBER' di Jl H. Baping dicoret dengan tulisan 'Badui'. Merasa tidak senang tulisannya dicoret, akhirnya para bocah yang baru beranjak dewasa itu pun terlibat aksi tawuran hingga mengakibatkan satu nyawa melayang.

Selang satu hari pasca kejadian, polisi pun mengamankan tiga orang tersangka yakni FAR, DS dan NEP di kediamannya. Dan hingga kini polisi masih mengejar satu pelaku lagi berinisial Y (17) yang diduga sebagai otak dari tawuran itu.

Ketiga tersangka dijerat pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara dan UU Perlindungan Anak pasal 80 ayat 3 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. [lal]

Komentar

Embed Widget
x