Find and Follow Us

Selasa, 12 November 2019 | 17:20 WIB

Polisi Terburu-buru Hentikan Kasus Pejabat Cabul

Oleh : Bayu Hermawan | Selasa, 22 November 2011 | 17:41 WIB
Polisi Terburu-buru Hentikan Kasus Pejabat Cabul
Foto: Ilustrasi
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Kuasa hukum tiga korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN)berinisial G, berharap Polda Metro Jaya tidak terburu-buru menghentikan penyelidikan kasus pelecehan seksual tersebut.

Menurut kuasa hukum tiga korban pelecehan seksual pejabat BPN, Ahmad Jazuli, hari ini pihaknya kembali mendatangi Polda Metro Jaya untuk mengikuti gelar perkara termasuk mempertanyakan isi Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP), yang kemarin diterima oleh kuasa hukum dan menginformasikan kasus pelecehan ini dihentikan.

"Tadi kita jadi gelar perkara dan mempertanyakan isi surat SP2HP itu. Kita sampaikan bahwa ini terlalu dini, kok terkesan terburu-buru, jika penyidik menghentikan kasus ini. Kita katakan terlalu dini, karena korban saja masih dalam proses penanganan psikolog dan belum selesai," ujar Ahmad Jazuli, kepada INILAH.COM, Selasa (22/11/2011).

Jazuli mengatakan saat ditanya mengenai penghentian kasus, penyidik mengatakan bahwa hal tersebut diputuskan melalui hasil gelar perkara yang tidak dihadiri oleh pihak korban. Namun kemudian Jazuli meminta penyidik untuk tidak terburu-buru menghentikan penyidikan tersebut.

"Kita bilang ini terlalu cepat. Kami katakan hasil pemeriksaan terhadap psikologis terhadap korban saja belum diketahui. Kemudian kami juga mengatakan akan memberikan bukti baru untuk memperkuat bukti yang dikatakan tidak cukup. Penyidik mengatakan akan menganalisa lagi," jelasnya.

Saat ditanya apakah akan mengajukan praperadilan jika pada akhirnya penyidik tetap menghentikan kasus ini, Ahmad Jazuli mengatakan belum akan menempuh jalur tersebut.

"Kita masih berharap Polda Metro Jaya tidak terburu-buru. Selain itu korban lainnya juga sudah lapor ke Mabes, tapi memang belum diperiksa. Semoga polisi masih bisa menyelesaikan kasus ini, kami masih percaya pada petugas kepolisian," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, tiga staf BPN, yakni AIF, NPS, dan AN, melaporkan pejabat berinisial G yang telah melakukan pencabulan terhadap ketiganya. Menurut para korban, kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh G, terjadi sejak tahun 2010 hingga Juli 2011. Bentuk pelecehan seksual yang dilakukan G dengan meraba-raba tubuh korban dan menunjukkan alat vitalnya. Korban melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya, Senin, 13 September, dengan tuduhan Pasal 294 Ayat 2 KUHP tentang Pencabulan.[bay]

Komentar

Embed Widget
x