Kamis, 24 April 2014 | 05:41 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Penusukan Raafi, Dekadensi Moral Remaja Jakarta
Headline
inilah.com/Ardhy fernando
Oleh: Wahyu Praditya Purnomo
metropolitan - Jumat, 11 November 2011 | 20:25 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Pengamat pendidikan Arif Rachmad, mendukung intruksi Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo untuk semakin memperketat pengawasan minuman keras (Miras). Hal tersebut karena kasus kekerasan akibat Miras dikalangan pelajar semakin mengkhawatirkan.

"Bukan setuju lagi, bahkan kalau perlu ditiadakan. Karena salah satu faktor penyebab kenakalan remaja atau pelajar diakibatkan minum-minuman beralkohol," kata pengamat pendidikan, Arif Rachmad saat dihubungi INILAH.COM, Jumat (11/11/2011).

Dia mengatakan pengawasan yang dilakukan tidak hanya sebatas pada penjual, namun pembeli juga harus dilakukan pengawasan. Sebab saat ini cenderung penjual minuman tidak memperhatikan lagi batas usia yang boleh membeli dan mengkonsumsi minuman tersebut. "Berapa usia pembeli harus diawasi. Usia sekian boleh membeli, tapi usia sekian tak boleh," ucapnya.

Menurutnya, saat ini ada sebanyak 51 juta pelajar di Jakarta. Tapi dari jumlah tersebut pelajar yang nakal jumlahnya cukup sedikit. Dirinya berpendapat, untuk itu pentingnya pendidikan agama, pendidikan moral atau pendidikan tata krama bagi pelajar, sehingga pelajar dapat lebih santun dalam bermasyarakat.

Selain beberapa faktor, termasuk segi pendidikan tadi, faktor lain yang menpengaruhi prilaku anak atau pelajar adalah keterlibatan orang tua murid. Bimbingan orang tua, menurutnya cukup penting. "Cara orang tua mendidik anaknya menjadi faktor berkembangnya prilaku anak," ungkapnya.

Seperti diketahui, bentuk kenakalan pelajar terjadi pada kasus Raafi, seorang pelajar yang tewas setelah sebelumnya berkelahi dengan pengunjung lainnya dalam klub malam di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Kejadian penusukan itu bermula saat Raafi dan kawan-kawannya yang berjumlah kurang lebih 20 orang merayakan ultah salah satu di antara mereka di Shy Rooftop.

Kasus penusukan tersebut diduga di bawah pengaruh minuman keras atau zat adiktif lainnya. Hingga saat ini, polisi masih mengembangkan kasus ini karena pelaku melarikan diri usai menusuk dan alat penusukan juga belum ditemukan.[bay]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.