INILAH.COM, Jakarta - Jika pemilu legislatif diadakan hari ini di DKI Jakarta, maka pemenangnya adalah Partai Demokrat dan Partai Golkar.
PKS yang pernah menjadi jawara Pemilu 2004 dan juara kedua di Pemilu 2009, melorot di posisi tiga di bawah Golkar. Demikian hasil survei Indoresearch.
Managing Director Indoresearch, Indra Surahman mengatakan, hasil survei yang dilakukannya menunjukkan 33,4 persen warga DKI Jakarta akan memilih Partai Demokrat.
Kemudian, disusul Partai Golkar (16,7%), PKS (11,5%), PDIP (11,0%), PPP (7,4%), Gerindra (4,6%), PAN (2,7%), Hanura (1,3%), PKB (1,1%), PDS (0,5%), PBB (0,3%) dan sebanyak 7,1 persen menjawab tidak tahu.
Meskipun Demokrat yang diterpa badai isu korupsi dan lainnya namun tetap bertengger menjadi jawara karena masyarakat Jakarta atau rakyat Indonesia secara umum itu pemaaf.
“Dan, juga pelupa. Karena hampir semua partai juga punya kesalahan seperti yang terjadi di Demokrat ini (isu korupsi dan lain-lain). Tapi, ternyata, masyarakat tidak terpengaruh dengan isu-isu tersebut. Jadi, intinya, di Jakarta ini, pemilih Demokrat cukup loyal. Meski suaranya berkurang, tapi, tidak terlalu signifikan,” terangnya.
Untuk Golkar, kata dia, partai ini bisa naik secara signifikan di DKI Jakarta karena ada penurunan tren terhadap PKS. “Masyarakat ibukota melihat bahwa PKS tidak seperti partai yang mereka harapkan. Di samping juga ketum Golkar yang makin gencar bersosialisasi dengan membawa embel-embel partai,” terangnya.
Dijelaskannya, proses pengumpulan data survei dilakukan pada September 2011 dengan jumlah responden 1.000 responden di enam wilayah kotamadya/kabupaten di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, dan Kabupaten Kepulauan Seribu. Survei sengaja dilakukan di DKI karena Jakarta adalah barometer politik Indonesia. [mah]