Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 27 Februari 2015 | 07:24 WIB
Hide Ads

Anggaran Pendidikan DKI 28,93% dari APBD 2012

Oleh : Wahyu Praditya Purnomo | Jumat, 28 Oktober 2011 | 21:22 WIB
Anggaran Pendidikan DKI 28,93% dari APBD 2012
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto - inilah.com

INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI menegaskan sektor pendidikan tetap merupakan program prioritas dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2012. Untuk tahun anggaran 2012 ini, Pemerintah provinsi (Pemprov) DKI mengalokasikan anggaran untuk sektor pendidikan sebesar 28,93 persen dari total Rancangan APBD DKI 2012 sebesar Rp 36,02 triliun.

Pengalokasikan anggaran untuk sektor pendidikan sebesar 28,93 persen atau sebesar Rp 36,02 triliun tersebut, berarti telah terjadi peningkatan dibandingkan alokasi anggaran dalam APBD 2011 yang hanya mencapai sekitar 26 persen dari total APBD 2011 sebesar Rp 31,7 triliun.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto mengatakan digabungnya anggaran urusan pemuda dan olahraga dan urusan perpustakaan dengan anggaran pendidikan, tidak akan mengurangi proporsi alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen sesuai dengan aturan dalam Undang-Undang (UU) No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

"Adanya kekhawatiran dari anggota dewan terkait rincian anggaran Pendidikan, proporsinya kurang dari 20 persen karena adanya penyelenggaraan Sea Games dan PON, kami menegaskan Pemprov DKI tetap memegang komitmen untuk memprioritaskan pendidikan dalam APBD DKI," kata Prijanto di Balaikota DKI, Jakarta, Jumat (28/10/2011).

Menurutnya, anggaran fungsi Pendidikan telah dialokasikan sebesar Rp 10,40 triliun atau 30,76 persen dalam RAPBD 2012, terbagi untuk urusan pendidikan sebesar Rp 9,78 triliun atau 28,93 persen, urusan pemuda dan olahraga sebesar Rp 543,46 miliar atau 1,61 persen dan urusan perpustakaan sebesar Rp77,87 miliar atau 0,23 persen.

Pemanfaatan anggaran pendidikan, salah satunya untuk pemberian Bantuan Operasonal Pendidikan (BOP) dan Bantuan Operasional Buku (BOB). Terkait permintaan dewan agar BOP diberikan untuk sekolah swasta, Prijanto menerangkan Pemprov DKI saat ini baru mampu memberikan BOP untuk sekolah negeri. Namun ke depannya, akan dikaji pemberian BOP kepada sekolah swasta sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.

Untuk meringankan beban peserta didik, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memberikan BOP kepada 102.033 siswa dari 106 SMAN dan 44.700 siswa dari 49 SMKN, saat ini telah dialokasikan anggaran sebesar Rp.187,64 Miliar, atau Rp.75.000 per siswa per bulan untuk siswa SMAN dan Rp.150.000 per siswa per bulan untuk SMKN. Pemberian BOP ini besarannya akan terus ditingkatkan di masa yang akan datang sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.

Sedangkan BOB yang telah dilaksanakan sejak tahun 2010 untuk SMA, MA dan SMK Negeri, pada tahun 2011 telah pula dialokasikan untuk SMA, MA dan SMK Swasta. Pada tahun 2012 direncanakan akan ditambah yaitu diberikan juga untuk SMP Negeri. "Kami terus berupaya memberikan yang terbaik dalam pelayanan pendidikan bagi warga Jakarta. Tidak hanya BOP dan BOB, juga terus melaksanakan program wajib belajar 9 tahun," tuturnya.

Mengenai program Wajib Belajar 9 Tahun yang dinilai DPRD DKI tidak tepat sasaran karena anak yang kurang mampu tidak dapat bersekolah di sekolah negeri, dipaparkannya program ini merupakan program yang mewajibkan setiap Warga Negara Indonesia untuk bersekolah selama 9 tahun pada jenjang pendidikan dasar, yaitu tingkat SD dan SMP. [lal]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.