Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 6 Maret 2015 | 06:58 WIB
Hide Ads

Busway Penyebab Macet di Jalan I Gusti Ngurah Rai

Oleh : Anton Hartono | Kamis, 29 September 2011 | 20:05 WIB

Berita Terkait

Busway Penyebab Macet di Jalan I Gusti Ngurah Rai
inilah.com/Agus Priatna

INILAH.COM, Jakarta - Upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengurangi kemacetan di ibukota yakni dengan membangun jalur bus TransJakarta di sepanjang ruas Jalan I Gusti Ngurah Rai, Jakarta Timur, tidak membuahkan hasil.

Pada kenyataannya, jalur bus TransJakarta yang dibangun disana justru menjadi salah satu penyebab kemacetan. Hal ini karena ruas jalan tersebut kini menjadi sempit dari yang sebelumnya bisa dilalui empat kendaraan roda empat, kini hanya bisa dilintasi tiga mobil. Sehingga arus kendaraan yaang melintas harus mengantri.

Parahnya lagi, di sepanjang jalan tersebut terdapat beberapa titik yang kerap dijadikan lahan parkir liar di badan jalan. "Ruas Jl I Gusti Ngurah Rai mulai dari depan LP Cipinang sampai Pondok Kopi terbilang luas dan kendaraan yang lewat juga lancar. Tapi sekarang jadi sempit dan selalu macet karena ada pembangunan busway," kata Eka (47) seorang pengemudi yang kerap melintas Jl I Gusti Ngurah Rai, Kamis (29/9/2011).

Menurutnya, jika jalur Bus Transjakarta di Jl I Gusti Ngurah Rai sudah selesai dibangun, justru akan menjadikan ruas jalan kerap mengalami kemacetan. Karena selain mempersempit lebar jalan, di sepanjang jalan itu banyak mobil-mobil yang parkir di pinggir jalan. Terlebih lagi, volume kendaraan yang melintas juga cukup tinggi.

"Jalur ini jarang sekali macet, jadi semestinya tidak perlu ada busway. Karena kasihan kendaraan lain yang bakal mengalami kemacetan," tambahnya.[bay]

1 Komentar

Image Komentar
POLISI TIDUR - Kamis, 29 September 2011 | 21:24 WIB
Makannyaa pada pake kendaraan umum,, masa satu orang satu mobil. penulisnnya pake kendaraan pribadi ni mestiii,,,,

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.