Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 27 April 2015 | 00:09 WIB
Hide Ads

70 PSK Beroperasi di Lokalisasi Gude Madiun

Oleh : - | Senin, 12 September 2011 | 15:37 WIB

Berita Terkait

70 PSK Beroperasi di Lokalisasi Gude Madiun
beritajatim.com

INILAH.COM, Madiun - Pihak Satpol PP Kabupaten Madiun, melakukan pendataan terhadap Pekerja Seks Komersial (PSK) yang ada di lokalisasi "Wisma Wanita Harapan Gude". Hal ini dilakukan untuk mengetahui keberadaan penghuni baru di satu-satunya lokalisasi yang ada di Kabupaten Madiun ini.

Kepala Seksi Operasi dan Penindakan, Sat Pol PP Kabupaten Madiun, Toni Agus, mengatakan dari pendataan yang ia lakukan sejak pukul 09.30 WIB hingga pukul 11.00 WIb tadi, tercatat ada 70 PSK yang kembali. Jumlah ini berbeda dengan jumlah PSK sebelum puasa, yakni sebesar 74 PSK.

"Secara jumlah ada penurunan sebanyak empat orang. Dan dari 70 PSK yang berhasil didata, semuanya merupakan muka lama dan tidak ada wajah baru. Sedangkan untuk empat orang lainnya tidak kami ketahui apakah mereka sudah berhenti atau menjadi PSK di tempat lain," ujarnya, Senin (12/9/2011).

Toni menambahkan, pihaknya akan melakukan pendataan secara berkala setiap satu bulan sekali. Hal itu dilakukan untuk memantau adanya perubahan jumlah penghuni. Karena jika sampai 'over load' PSK tersebut akan dipulangkan.

"Kalau sudah over load kami akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial selaku leading sektor untuk memulangkan PSK-PSK ke daerah asalnya. Karena jika sampai kelebihan bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, jadi harus segera dipulangkan," tegasnya.

Kepala Keamanan lokalisasi Gude, Tohirin, membenarkan adanya penuruan jumlah PSK di tempatnya. Karena seluruh penghuni baik itu PSK maupun induk semang harus melapor dan diberi tanda pengenal khusus.

"Semua warga harus melapor ke saya jika tinggal disini. Selain itu seluruh warga disini juga saya berikan tanda identitas khusus. Jadi saya tahu pasti jumlah warga sini," ucapnya.

Salah satu PSK bernama Mia mengaku ingin berhenti dari pekerjaannya sebagai wanita penghibur. Namun ia tidak memiliki keahlian lain, padahal ia masih harus membiayai dua anaknya yang masih kecil kecil.

"Kalau ada kerjaan lain yang berhenti mas. Tapi kalau gak kerja anak saya mau makan apa. Selain itu saya juga masih punya banyak utang," ucapnya singkat sambil menutup wajahnya. [beritajatim.com]

Tag :

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.