Find and Follow Us

Selasa, 28 Januari 2020 | 05:08 WIB

Lebaran Tetap Bekerja

Berharap Berkah dari Imbalan Pemudik

Oleh : Wahyu Praditya Purnomo | Senin, 29 Agustus 2011 | 18:08 WIB
Berharap Berkah dari Imbalan Pemudik
inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Pagi pukul 05.30 WIB. Udara di bilangan Senen, Jakarta Pusat masih gelap dan terasa dingin. Keadaannya sunyi. Kondisi pemandangan yang jarang ditemui di Ibu Kota saat kondisi normal.

Keadaan berbeda terlihat dalam Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat. Di stasiun ini, banyak orang yang berlalu lalang hingga mengantre tiket untuk pulang kampung. Puluhan hingga ratusan orang duduk menggelar koran sebagai tikar menunggu datangnya kereta.

Di dalam stasiun, dua sampai tiga orang berseragam hijau terang, menghampiri sebuah taksi yang baru saja masuk stasiun. Belum juga berhenti, rombongan pria berseragam tadi berusaha mendekat sambil menjulurkan tangan, bermaksud membuka pintu belakang taksi yang tampak ditumpangi lebih dari dua orang itu.

"Diangkat barang-barangnya om-tante,dua puluh lima ribu sampai gerbong," kata satu pria berseragam yang tubuhnya agak pendek. Dari dalam taksi seorang pria setengah baya berusia sekitar 40 tahun keluar dengan mengangkat lengannya sembari mengacungkan jari tengah dan telunjuknya, bermaksud memberikan kode tawaran harga, kepada pria berseragam.

Sepakat dengan harga yang ditentukan, pria berseragam itu mengangguk, dan langsung menuju ke bagasi. Sebuah kotak besar berukuran 30 cm X 40 cm dan bersampul coklat, digendongnya masuk kedalam stasiun Senen.

Yah, keberadaan porter (pengangkut barang) cukup dibutuhkan oleh calon pemudik, terutama mengatasi masalah barang bawaan para pemudik.

Puluhan porter stasiun, rela tetap bekerja, tidak berkumpul dengan keluarga. Berbekal jasa dan tenaga, para porter berharap imbalan dari pengguna jasa kereta api, untuk terus bertahan hidup. [mvi]

Komentar

x