Find and Follow Us

Sabtu, 18 Januari 2020 | 12:35 WIB

Mudik, Tarif Bus Tak Alami Peningkatan

Oleh : Wahyu Praditya Purnomo | Senin, 15 Agustus 2011 | 17:12 WIB
Mudik, Tarif Bus Tak Alami Peningkatan
inilah.com/Agus Priatna
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Memasuki musim mudik 2011, pemerintah provinsi (Pemprov) DKI memastikan tarif angkutan umum bus tak mengalami kenaikan. Hal tersebut mengacu pada Keputusan Menteri Perhubungan KM. No.1/2009 dengan patokan biaya pokok angkutan bus Rp107,41 per penumpang, per kilo meter.

"Berdasarkan ditetapkan tarif batas atas untuk Wilayah I (Sumatera, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara) sebesar Rp139 per penumpang per kilo meter dan Wilayah II (Kalimatan dan Sulawesi) sebesar Rp159. Sedangkan untuk batas bawah, Wilayah I sebesar Rp86 dan Wilayah II Rp95. Ketentuan tarif itu khusus untuk bus ekonomi," kata Gubernur Fauzi Bowo, saat sidak pemantauan arus mudik, Senin (15/8/2011).

Untuk melayani arus mudik pengguna bus, Pemda DKI telah menetapkan 4 terminal utama dan 10 terminal bayangan. Semuanya dilengkapi Posko Lebaran dengan fasilitas uji kelayakan jalan, fasilitas kesehatan, pengamanan terpadu dan tes urine.

"Setiap kendaraan yang akan berangkat diuji kelayakannya, termasuk sopir diharuskan melakukan tes urine untuk mengetahui apakah mereka pengguna narkoba atau alkohol," kata Gubernur.

Untuk meningkat layanan kepada masyarakat yang mudik, Dishub juga telah menyiapkan 1.174 petugas LLAJ yang bertugas di berbagai wilayah. Mereka ini akan difasilitasi dengan 42 mobil patroli, 253 sepeda motor dan 22 unit mobil Derek. Disamping itu juga telah disiapkan 123 unit rambu portable yang dapat digunakan untuk mengendalikan arus kendaraan. [mvi]

Komentar

Embed Widget
x