Find and Follow Us

Rabu, 20 November 2019 | 19:03 WIB

Petugas Sita 15 Produk Makanan Kemasan di Jakut

Oleh : Wahyu Praditya Purnomo | Kamis, 11 Agustus 2011 | 16:17 WIB
Petugas Sita 15 Produk Makanan Kemasan di Jakut
inilah.com/Ardhy Fernando
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Suku Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM) dan Perdagangan Jakarta Utara menggelar inspeksi mendadak (sidak) pengawasan makanan dan minuman. Hasilnya, 15 kemasan makanan bermasalah berhasil disita petugas.

Sidak yang dilakukan petugas dilakukan pada di tiga pasar di Kecamatan Kelapa Gading, di antaranya pasar swalayan Lotte Mart, pasar tradisional Mandiri, dan pasar swalayan Total Buah. Sidak juga melibatkan Sudin Kesehatan dan Sudin Peternakan, Perikanan dan Kelautan (P2K) Jakarta Utara.

Petugas tidak menemukan makanan dan minuman yang bermasalah di pasar swalayan Lotte Mart. Namun, di pasar tradisonal Mandiri, ditemukan beberapa produk yang bermasalah, yaitu susu, kembang tahu, dan sabun cair, serta timbangan yang bermasalah. Kemudian di pasar swalayan Total Buah, ditemukan jamur, kerupuk, yogurt, susu kental manis, roti.

Dari pengamatan di lapangan, ke-15 produk yang disita petugas tersebut karena adanya pelanggaran-pelanggaran, seperti tidak adanya atau tak mencantumkan komposisi makanan, tanggal kadaluwarsa, terjemahan ke bahasa Indonesia, kemasan produknya rusak, dan timbangan yang harus ditera ulang.

Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono mengatakan, sidak pengawasan makanan dan minuman ini digelar dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat agar tidak tertipu membeli produk barang di pasar swalayan, dan pasar tradisional menjelang lebaran. Hal ini supaya masyarakat terlindungi dari produk makanan yang bermasalah.

"Sidak ini juga mengantisipasi produk-produk makanan dan minuman yang bermasalah di super market menjelang lebaran, karena banyak barang masuk yang bermasalah dan berbahaya," kata Bambang, usai melakukan sidak di tiga pasar di Kelapagading, Jakarta Utara pada Kamis (11/8/2011).

Bambang mengimbau kepada para pengelola pasar untuk tidak menerima barang-barang bermasalah. Pengusaha juga diimbau agar tidak menjual produk-produk makanan yang bermasalah, karena bisa merugikan masyarakat. "Orang banyak beli di pasar karena harganya murah. Padahal produk tersebut bermasalah," ujarnya. [mvi]

Komentar

Embed Widget
x