Senin, 1 September 2014 | 18:12 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Jamkesda Yogya Jamin Warga Miskin
Headline
Istimewa
Oleh:
metropolitan - Jumat, 14 Maret 2008 | 23:03 WIB
INILAH.COM, Yogyakarta - Unit Pelaksana Teknis Jaminan Kesehatan Daerah (UPT Jamkesda) Kota Yogyakarta menjamin biaya kesehatan seluruh keluarga miskin, baik melalui Asuransi Kesehatan Keluarga Miskin (Askeskin) maupun program Jamkesda sendiri.

"Seluruh gakin akan ditanggung biaya kesehatannya, meskipun tidak semua gakin terdata dalam Askeskin karena ada selisih pendataan antara data BPS dan Dinas Kesejahteraan Sosial (Dinkessos) Kota Yogyakarta," kata Kepala UPT Pengelolaan Jamkesda Kota Yogyakarta, Kusmiatun, Jumat (14/3).

Menurut dia, dari data BPS Kota Yogyakarta 2006, jumlah gakin di Kota Yogyakarta tercatat 68.456 jiwa. Sementara data dari Dinkessos 2008 tercatat ada 89.805 jiwa, sehingga ada selisih yang sangat jauh.

"Karena PT Askes menggunakan data gakin yang dikeluarkan BPS, maka hanya mengeluarkan kartu Askeskin untuk 67.360 jiwa saja. Selisih jumlah tersebut kami masukkan dalam Jaminan Kesejahteraan Sosial (Jamkesos) Provinsi dan Jamkesda Kota Yogyakarta," katanya.

Ia mengatakan, dari selisih 22.445 tersebut kemudian diajukan untuk mendapat jaminan dari Jamkesos provinsi DIY. Tapi hanya disetujui 21.000 jiwa, sehingga selisih kekurangan dari PT Askes 1.096 maupun Jamkesos 1.445 ditanggung Jamkesda.

"Dengan demikian seluruh gakin di Kota Yogyakarta mendapat jaminan kesehatan," katanya.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Yogyakarta Dr Mulyo Hartono mengatakan dana kesehatan untuk gakin tersedia Rp1,503 miliar.

Dana tersebut berasal dari Departemen Kesehatan sebesar Rp549,17 juta untuk tiga bulan pertama 2008, melalui dana pendamping. Hal ini guna menutup kekurangan pelayanan yang dikelola oleh Kantor Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pengelolaan Jaminan Kesehatan Daerah (PJKD) Kota Yogyakarta, sebesar Rp954 juta.

"Dana yang berasal dari Departemen Kesehatan tersebut digunakan untuk membiayai penduduk miskin yang sudah terdata dan diverifikasi PT Askes. Dan bagi penduduk miskin yang belum terdata maka tetap akan mendapatkan pelayanan gratis yang akan ditanggung Jamkesda Kota Yogyakarta," katanya.

Ia mengatakan, pihaknya memiliki kebijakan bahwa semua pasien warga kota Yogyakarta yang saat dirawat di RSUD Wirosaban memilih instalasi rawat inap kelas tiga. Secara otomatis akan dianggap sebagai penduduk miskin dan dibebaskan dari pembiayaannya.

Pada 2007 RSUD Kota Yogyakarta menerima pasien rawat jalan sebanyak 70.664 orang dan dari jumlah tersebut sebanyak 10.645 pasien di antaranya adalah penduduk miskin.

"Sedangkan untuk rawat inap jumlah pasiennya sebanyak 8.189 orang dengan pasien dari keluarga miskin mencapai 3.814 orang," katanya.[*/R2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER