Find and Follow Us

Kamis, 14 November 2019 | 18:03 WIB

Waspadai Polisi Gadungan Penipu Warga Malam Hari

Oleh : Suriani | Rabu, 10 Agustus 2011 | 14:56 WIB
Waspadai Polisi Gadungan Penipu Warga Malam Hari
poskota.com
facebook twitter

INILAH.COM, Makassar - Warga Makassar yang sering keluar malam, ada baiknya selalu waspada. Pasalnya, ada polisi gadungan menggunakan seragam ala perintis yang kini tengah beraksi di Makassar. Rabu (10/8/2011) dini hari, dua pemuda di tempat berbeda menjadi korbannya.

Menurut pengakuan Zainul Muslimin (22) warga Jalan Urip Sumiharjo Lr.4 No.27, Kota Makassar, ia baru pulang dari rumah temannya di Jalan Abullah Dg Siruwa hendak menuju Jalan A.P. Pettarani ke sebuah warung untuk makan sahur. Sekitar pukul 03.00 Wita saat melintas di Jl. A.P.Pettarani VIII ia dihentikan oleh seorang anggota polisi berpakaian ala perintis, lengkap dengan rompinya.

Pelaku kemudian berlagak memeriksa, korban diminta menunjukkan SIM dan STNK yang kebetulan korban lupa membawa STNK. Karena tak mampu menunjukkan STNK-nya, pelaku meminta dompet korban yang berisi uang Rp400 ribu serta HP.

"Saya diajak naik ke motornya, katanya saya harus ikut dia ke pos polantas untuk mengambil surat tilang. Tapi saya malah diajak ke Jalan Veteran. Saya diturunkan di situ. HP sama dompet saya diambil sebelum dia bilang kamu tunggu di sini ya," kata Zainul saat melapor di Polsek Panakukkang.

Selang sejam kemudian, satu korban lainnya adalah Firman (30) warga Jalan Bung Permai juga melaporkan kejadian serupa. Ia mengaku dompet dan HP-nya diambil polisi dengan ciri-ciri berbadan tinggi besar dan mengendarai motor Zuzuki Sky Rider, tanpa nomor polisi.

Ia menuturkan sekitar pukul 04.20 Wita subuh tadi, korban hendak pulang ke rumahnya, sehabis sahur di warung coto Begadang di Jalan Pengayoman. Saat ia melintas di Traffic light perempatan SMP 5 Makassar Jalan Batua Raya, pelaku mendekatai korban dan menyurunya berhenti. " Katanya saya melanggar karena menerobos lampu merah. Saya dimintai STNK," imbuh Firman.

Karena korban tidak membawa STNK, kemudian pelaku menyuruh rekan Firman untuk pulang mengambil STNK. Selanjutnya, korban membonceng pelaku menuju pos Lantas di KM 4 Jalan A.P.Pettarani. Akan tetapi, tepat di depan SMA 5 Makassar, pelaku meminta SIM milik korban yang ada di dalam dompetnya.

Dalam perjalanan tiba-tiba pelaku berbalik arah dan menyampaikan kepada korban untuk ke pos Tello saja. Sebelum pelaku dan korban tak jauh dari pos Tello, pelaku menghentikan kendaraannya dan menginterogasi korban.

"Saya disuuh turun dari motornya dan ditanyai. Tapi tidak lama kemudian dia langsung pergi. Dompet isinya Rp1,4 dengan SIM dan surat-surat penting dibawa lari," terang Firman.

Kanit Reskrim Polsek Panakukkang, Iptu Dhimas Prasetyo mengimbau kepada warga untuk selalu waspada. Utamanya bagi mereka yang mengendarai kendaraan waktu malam. Kendati demikian pihaknya akan menyelidiki kasus ini karena juga menyangkut nama baik institusi kepolisian. "Segera akan diselidiki, pelaku memanfaatkan polisi untuk menipu dan memperdayai warga ini tidak bisa dibiarkan," tuturnya. [mvi]

Komentar

Embed Widget
x