Find and Follow Us

Senin, 18 November 2019 | 06:51 WIB

Juara II Mojang Bandung Hilang Misterius

Oleh : Jaka Permana | Minggu, 31 Juli 2011 | 15:20 WIB
Juara II Mojang Bandung Hilang Misterius
inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Bandung - Juara dua jajaka di ajang mojang jajaka (moka) 2010 Kota Bandung Nazier Muhamad Arifin (18) dilaporkan hilang dari rumahnya di jalan Ujungberung, Kota Bandung, sejak Kamis (28/7/2011).

Orangtuanya lantas melapor ke Mapolrestabes Bandung Jalan Jawa, Minggu (31/7/2011). Menurut Ariffin Soebandi (51), ayahnya, Nazier meninggalkan rumah Kamis (28/7/2011) lalu sekitar pukul 09.00 WIB dengan menaiki Honda Accord 2004 nopol D 1296 FY.

Dia terlihat menggunakan kaos biru gelap merek polo warna biru gelap polos, celana jins biru dongker, serta sepatu olahraga cokelat.

"Saya ketemu terakhir hari Kamis jam 8.30 WIB saat makan pagi. Dia pamit keluar mau ke kampus. Kebetulan saat ini dia kuliah di ITB jurusan Kimia semester 4," ujar Ariffin kepada wartawan di Mapolrestabes Bandung, Minggu (31/7/2011).

Namun anak pertama dari tiga bersaudara itu tak kunjung pulang hingga Kamis (28/7/2011). Biasanya, kata Ariffin, Nazier selalu bilang jika keluar malam.

"Saat itu saya belum curiga. Pikiran saya dia sedang ujian semester pendek untuk mengerjakan tugas di rumah temannya," kata dia.

Hingga Jumat (29/7/2011) pagi, pria berambut rapi potongan TNI dengan tinggi 168 cm, berat 86 Kg, serta berkulit putih ini tak kunjung pulang.

"Saya merasa curiga anak saya tidak pulang. Saya coba telepon ke ponselnya tapi tidak aktif. Biasanya kalau mau nginep suka bilang ke ibunya," jelas dia.

Pada Jumat (29/7/2011) siang, Ariffin menyusul pergi ke kampus ITB untuk mengecek langsung keberadaan anaknya. Biasanya, kata Ariffin, Nazier menunaikan Salat Jumat di Masjid Salman, namun setelah dicek tidak ada.

"Saya cek ke kosan temannya yang berada di kawasan kampus ITB tetap tidak ada. Saat itu saya belum lapor polisi. Akan tetapi hingga Minggu (30/7/2011) anaknya tidak pulang saya putuskan untuk lapor ke polisi," kata dia. [gin]

Komentar

Embed Widget
x