Find and Follow Us

Kamis, 14 November 2019 | 23:14 WIB

Kronologi Bentrok Mahasiswa di UMJ Versi HMI

Oleh : Windi Widia Ningsih | Rabu, 20 Juli 2011 | 21:04 WIB
Kronologi Bentrok Mahasiswa di UMJ Versi HMI
Foto : ilustrasi
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Bentrokan anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Cirendeu (Komici) dengan anggota Komite Mahasiswa (KM) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) di sekitar kampus UMJ, Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa (19/7/2011) berawal dari penolakan HMI terhadap pelantikan pembantu rektor UMJ khususnya Purek III Abdul Ghofur.

Dalam keterangan pers, Rabu (20/7/2011), Ketua Umum Badko HMI Jabotabeka-Banten, Rudy Gani mengungkapkan penolakan terhadap Ghofur disebabkan Ghofur terindikasi melakukan tindak pidana korupsi dana Hibah Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) sebesar Rp11 miliar. Penolakan awalnya dilakukan HMI UMJ dengan menggelar aksi damai.

Namun, sambung Rudy, organisasi Karat atau yang di UMJ dikenal sebagai Komite Mahasiswa (KM) melakukan berbagai gerakan yang mengarah pada intimidasi kepada kader-kader HMI. Terutama ketika HMI ingin melaksanakan aksi pada momentum Hari Kebangkitan Nasional (20 Mei 2011) dan puncaknya terjadi penyerangan pada 1 Juni 2011. Ketika itu, kantor HMI Komici diserang oleh mahasiswa Karat yang menyebabkan hancurnya kaca, jendela dan ruang sekretariat HMI Komici.

"Tidak itu saja, mereka pun mengeroyok kader HMI yang saat itu tidak sebanding dengan mahasiswa Karat yang berjumlah lebih dari 20 orang," ujar Rudy.

Dikatakan Rudy, pada penyerangan pertama itu (1 Juni 2011), kader HMI tidak melakukan pembalasan karena sepakat menempuh jalur hukum yang telah disepakati oleh korban dan pengurus HMI. Maka, pada 1 Juni 2011, para korban dan jajaran pengurus melaporkan tindakan kekerasan tersebut kepada kepolisiaan, dalam hal ini Polsek Ciputat.

"Setelah BAP dibuat dan tercatat, selang beberapa waktu kemudian, kader-kader HMI melaksanakan aksi di depan Polsek Ciputat dan Polres Jakarta Selatan, pada 8 Juni 2011 untuk memberikan dukungan agar aparat keamanan mengambil langkah-langkah sesuai prosedur yang berlaku," paparnya.

Tapi karena alasan penyidik di Polres lebih banyak dan berpengalaman menangani kasus bentrok antar mahasiswa maka kasus penyerangan ini dilemparkan ke ke Polres Jakarta Selatan. Namun, kasus yang sudah mengendap sebulan tersebut nampak belum ada progres yang bisa dibilang meyakinkan keseriusan pihak kepolisiaan.

Maka, pada 6 Juli 2011, kader-kader HMI melaksanakan aksi kembali di depan Gedung Rektorat UMJ dan depan Jalan Raya Ciputat untuk mendesak pihak Kepolisiaan agar segera menangkap pelaku pengrusakan.

Setelah aksi 6 Juli dilakukan, pihak kepolisiaan melaporkan progres penindakan yang dilakukan aparat sudah masuk kepada tahap pemanggilan tersangka sesuai prosedur yang berlaku. Maka, surat pemanggilan pun sudah disebar ke masing-masing tersangka.

"Mendapati surat dan pemanggilan dari pihak kepolisiaan yang sudah dikirim ke rumah masing-masing pelaku tersebut geram dan naik pitam. Zikru cs yang dilaporkan sebagai pelaku pengrusakan dan pengroyokan pada 1 Juni lalu, melakukan intimidasi dan teror kepada kader-kader HMI dan memancing tindakan anarkis sesuai dengan tujuan mereka di kampus UMJ," ujarnya.

Bahkan, sambung Rudy, pada 15 Juli 2011, Rio kader HMI, salah satu korban kekerasan dicegat dan dipukul oleh sekelompok mahasiswa Karat di depan Pasca Sarjana UMJ. Tujuan dari pada hal itu tentu saja untuk memancing keributan kembali agar HMI melakukan tindakan pemukulan sehingga ada dua BAP yang kemudian dibuat oleh Karat.

"Mengetahui hal tersebut, HMI tidak ingin terpancing. HMI tetap mengedepankan proses hukum. Hingga terjadilah kejadian pengroyokan terhadap Ketua Umum Badko HMI Jabotabeka-Banten, Rudy Gani, selasa dini hari sekitar 500 meter dari Polsek Ciputat." [tjs]

Komentar

Embed Widget
x