Find and Follow Us

Senin, 18 November 2019 | 17:54 WIB

Pendirian 7-Eleven Diprotes

Oleh : Wahyu Praditya Purnomo | Rabu, 20 Juli 2011 | 18:06 WIB
Pendirian 7-Eleven Diprotes
7elevenfuelcard.com.au
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Dukungan masyarakat Ibukota terhadap Pemprov DKI Jakarta terhadap kebijakan moratorium terhadap mal terus bermunculan. Baru-baru ini muncul moratorium terhadap meluasnya pendirian minimarket 7-Eleven di Jakarta yang jumlahnya diprediksi ratusan.

"Pemerintah seharusnya berlaku adil, jika perijinan minimarket sudah di cut, serta rencana moratorium terhadap mal, seharusnya Pemprov DKI juga melakukan hal yang sama terhadap keberadaan 7-Eleven. Sehingga tak menimbulkan kesenjangan," kata anggota Komisi A, DPRD DKI Jakarta, William Yani, Jakarta, Rabu (20/7/2011)

Dikatakan dia, desakan tersebut muncul karena dilatar belakangi dampak pendirian 7-Eleven terhadap lingkungan. "7-Eleven dikenal sebagai tempat nongkrong anak muda, bahkan tempat perbelanjaan ini tak pernah sepi. Dampaknya pun berujung pada kemacetan arus lalulintas disekitarnya," jelas William Yani.

Jika moratorium bagi mal dibatasi hingga waktu tertentu, bagi 7-Eleven perijinan penderian harus di stop secara total. Apalagi perijinan 7-Eleven diduga menyalahi aturan, sebab izin pendirian tertulis izin resto, pada kenyataannya seperti minimarket. "Kabarnya minuman beralkohol juga dijual bebas di 7-Eleven," jelasnya.

Dijelaskan William, jangan sampai peraturan yang dibuat oleh pemerintah provinsi ini merugikan dan mematikan usaha rakyat kecil, seperti pedagang kecil. "Pemerintah punya kekuatan membuat aturan, tapi aturan yang dibuat harus mendukung kepentingan rakyat kecil dan jangan sampai menyengsarakan rakyat," katanya. [mvi]

Komentar

Embed Widget
x