Find and Follow Us

Senin, 9 Desember 2019 | 12:03 WIB

Perselingkuhan di Balik Pembobolan CIMB Niaga (1)

Oleh : Abdullah Mubarok | Sabtu, 2 Juli 2011 | 01:53 WIB
Perselingkuhan di Balik Pembobolan CIMB Niaga (1)
IST
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Kasus pembobolan Bank CIMB Niaga yang telah mengakibatkan kerugian mencapai Rp 200 Milyar lebih, ternyata dibaliknya ada sebuah kisah perselingkuhan seorang istri.

Kasus ini bermula dari pengajuan kredit PT. Nurama Indotama yang diajukan oleh Direktur Utama Umi Kalsum ke Bank CIMB Niaga untuk mendapatkan fasilitas pinjaman. Dalam pengajuan kredit tersebut Umi Kalsum memalsukan tanda tangan surat persetujuan suami, Nursyaf Effendi. Bahkan tidak hanya itu, dalam memuluskan pencairan kredit tersebut Umi Kalsum juga telah memalsukan beberapa dokumen pendukung sebagai persyaratan dalam pengajuan kredit tersebut.

Umi Kalsum juga memalsukan NPWP Badan PT. Nurama Indotama sehingga pada saat dilakukan pengecekan bank untuk pengajuan kredit tidak terdeteksi adanya kredit dari PT. Nurama Indotama. Padahal sebelumnya PT. Nurama Indotama telah mendapatkan fasilitas pinjaman dari Bank BNI.

Ceritanya, Nursyaf dan Umi berpacaran pada 1987. Pada 2002, dua sejoli tersebut menikah. Keduanya sama-sama seorang pengusaha. "Dia (Umi) tukang jahit, punya garmen. Tapi akhirnya bangkrut," kata Nursyaf saat berbincang dengan INILAH.COM, Jakarta, Jumat (1/7/2011).

Akhirnya, Nursyaf meminta Umi untuk mengelola usaha yang dimilikinya. Ia sadar butuh bantuan istrinya karena usaha yang ia jalani kala itu juga pasang surut.

"Usaha saya juga naik turun. Saya minta dia yang kelola, saya yang mengawasi. Semua saya percayakan kepada dia," ucapnya.

Begitu besar kepercayaan yang diberikan Nursyaf kepada istrinya. Namun, air susu dibalas dengan air tuba. Umi diduga selingkuh dengan karyawannya berinisal T.

"Orang yang paling saya percayai, mengkhianati saya. Dia ada main dengan T," katanya.

Untuk memuluskan aksi pembobolan bank CIMB Niaga itu, Umi Kalsum juga memalsukan surat direksi Telkom, sehingga Standing Instruction tentang pembayaran yang seharusnya masuk ke Bank BNI berpindah ke Bank CIMB Niaga. Selain itu Jaminan yang menjadi agunan dan diajukan ke Bank CIMB Niaga masih menjadi objek agunan di Bank BNI, yaitu 500 tower telekomunikasi milik PT. Nurama Indotama.

Terkait dengan pemalsuan Surat Persetujuan Suami sebagai salah satu persyaratan untuk mendapatkan fasilitas pinjaman Nursyaf Effendi telah melaporkan kasus ini ke Kepolisian Daerah Metro Jaya. Umi Kalsum juga sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak 2010 lalu, namun penyidik Polda Metro Jaya tidak melakukan upaya penahanan. Untuk itu lah Nursyaf berharap perempuan yang telah mengkhianatinya itu segera ditindak polisi.[bersambung/iaf]

Komentar

Embed Widget
x