Find and Follow Us

Kamis, 21 November 2019 | 15:18 WIB

Seni Mural II

Dikira Anggota Geng, Jegi Pernah Ditangkap Polisi

Oleh : Wahyu Praditya Purnomo | Sabtu, 25 Juni 2011 | 18:30 WIB
Dikira Anggota Geng, Jegi Pernah Ditangkap Polisi
IST
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Niatnya untuk menyalurkan bakat, malah dikira anggota komplotan Geng. Tak ayal ulah Jegi Az'hari salah satu anggota Grafart saat mencorat-coret tembok pagar jalan di komplek lingkungan rumahnya dianggap meresahkan dan akhirnya menjadi urusan petugas kepolisian.

"Yah, akhirnya bebas juga setelah orang tua dipanggil dan disuruh menandatangani surat pernyataan dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi," kenang Jegi saat ditemui INILAH.COM, Sabtu (25/6/2011) siang.

Untuk menyalurkan bakat melukis dengan media tembok, ternyata bukan hal yang mudah bagi Jegi. Karena menurutnya banyak orang menganggap ulahnya sebagai tingkah laku yang brutal seperti anggota gank. Beruntung sang orang tua menganggap apa yang dilakukan merupakan bakat terpendam.

Dari sinilah, orang tua Jegi memasukan dirinya ke universita Grafis Modern School of Design (MSD) Yogyakarta, jurusan desain grafis. "Disini saya banyak belajar tentang seni lukis dan media yang digunakannya, termasuk seni mural yang dulu terbilang baru di Indonesia," jelas pria yang mengaku memiliki bakat melukis sejak kecil.

Selepas kuliah, Jegi pun hijrah ke Jakarta dan bekerja sebagai kreator disebuah perusahaan di Jakarta. Melihat perkembangan mural di Jakarta yang mulai ramai, dirinya pun mulai menggeluti seni ini bersama beberapa teman yang memiliki hobi yang sama. "Pernah sih dapat order, tapi nggak banyak," ucapnya.

Dirinya menilai saat ini seni lukis mural belum sepenuhnya diterima masyarakat Jakarta. Pasalnya anggapan pro dan kontra mengenai mural tumbuh seiring munculnya beberapa lukisan dinding di Jakarta. "Memang banyak yang beranggapan indah, tapi tak sedikit yang mengatakan jadi masalah baru timbulnya kecelakaan," katanya. [mvi]

Komentar

Embed Widget
x