INILAH.COM, Jakarta - Menjajakan diri di jalanan, memang diakui Yulianus Rettoblaut, ketua Forum Komunikasi Waria Indonesia (FKWI) sebagai permasalahan serius dalam membangun image positif kaum waria.
"Penertiban dengan kekerasan bukan jalan yang tepat, karena mereka masih bisa kembali dengan mencari tempat lain yang lebih aman. Caranya, berikan pembinaan dan pelatihan terhadap waria," kata Yulianus yang akrab disapa Mamie Yulie saat di jumpai di rumahnya dikawasan Depok, Jawa Barat.
Yulie mengakui, faktor waria turun ke jalan adalah tak adanya kegiatan atau keterampilan yang dimilikinya. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka mencari uang bukan dari keahlian yang dimiliki, tapi menempuh jalan pintas dengan mangkal di jalan sebagai penjaja seks komersil (PSK).
Yulie mengaku, pihaknya telah menggandeng Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta dalam mengatasi hal tersebut. "Tujuan kita bekerjasama dengan Satpol PP, menghapus image mereka dimana dulu di mata kita, Satpol PP itu berbahaya. Dan Satpol PP pun bertugas cukup manusiawi," lanjut Yulie pada INILAH.COM.
Selain itu, bersama Satpol PP, FKWI mengadakan kegiatan positif, yang sifatnya pembinaan dengan tujuan untuk menghilangkan kebiasaan turun ke jalan. Dalam kerjasama ini, pihak Satpol PP berjanji untuk menjembatani antara FKWI dengan pemerintah dalam melakukan pemberdayaan keahlian kaum waria yang memiliki bakat menyanyi atau menari untuk dapat tampil dalam suatu event.
Saat ini lanjut Yulie, FKWI telah melakukan upaya menekan jumlah waria yang mangkal dengan memberikan kegiatan. Bahkan rumahnya yang berada di kawasan Depok, digunakan sebagai rumah singgah. Beberapa keterampilan dan kesenian diajarkan disini, seperti menari, menyanyi, hingga keterampilan rias salon.
"Kami ini kan punya bakat macam-macam. Dari usaha itulah, sedikit demi sedikit terkumpul uang, jadi kawan-kawan ga perlu lagi turun ke jalan. Saya pun yakin, saat ini jumlah waria yang mangkal semakin sedikit, karena mereka sudah memiliki keterampilan dan menyalurkannya ke hal yang positif,'' kata Yulie. [mah]