Find and Follow Us

Kamis, 21 November 2019 | 12:58 WIB

Kodam Jaya Bakal Buka Akses ke Kampung Poncol

Oleh : Irvan Ali Fauzi | Rabu, 8 Juni 2011 | 19:30 WIB
Kodam Jaya Bakal Buka Akses ke Kampung Poncol
Panglima Kodam Jaya Mayjen Waris - IST
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Panglima Kodam Jaya Mayjen Waris berjanji akan membuka akses bagi sebuah kampung di belakang Mako Resimen Induk Kodam (Rindam) Jaya.

Adalah Kampung Poncol, Kelurahan Gedong, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur sudah 30 tahun terisolir akibat tidak adanya akses jalan. Akibatnya warga tidak leluasa keluar masuk dari permukiman mereka.

"Kalau ada rakyat yang masih terisolir selama 30 tahun di Jakarta itu gendeng," ujar Waris saat ditanya wartawan dalam acara Silaturahmi Pangdam Jaya dengan insan pers di Aula Sudirman, Makodam Jaya, Rabu (8/6/2011).

Sebetulnya ada dua jalan masuk ke perkampungan warga yang dihuni sekitar 70 kepala keluarga (KK) dan terdiri dari sekitar 200 lebih jiwa itu. Bisa melalui pintu masuk kompleks tentara Mako Resimen Induk Kodam Jaya (Rindam Jaya), di Jalan Raya Condet, atau melalui jembatan gantung di atas Sungai Ciliwung yang terhubung dengan permukiman warga di Kelurahan Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Lewat jembatan warga bisa menuju Jalan Pol Tangan yang tembus ke Jalan TB Simatupang.

Masalahnya, jembatan ini sudah tidak memadai lagi karena hanya terbuat dari bambu dan kayu. Dengan kata lain, jembatan gantung yang dibangun secara swadaya oleh warga ini membahayakan. Kendaraan roda empat tidak dapat melintasi jembatan ini. Bahkan warga yang menggunakan sepeda motor mesti menuntun kendaraannya karena jembatan gantung ini selalu bergoyang hebat jika dilintasi.

Disinyalir, kampung tersebut memang sengaja diisolasi karena tanah yang dihuni warga itu adalah tanah sengketa antara Rindam Jaya dengan warga. Untuk memastikan apakah betul itu tanah sengketa, Mayjen Waris kemudian mengistruksikan Asisten Logistik Kodam Jaya untuk mengecek kepastian kepemilikan lahan kampung tersebut. "Saya minta kepada Aslog, nanti tanya tanahnya siapa," tegas Waris.

Meski begitu, Waris menegaskan agar masalah tersebut bisa segera dibereskan agar warga di kampung tersebut bisa hidup tenang dan mudah mengakses daerah sekitarnya. "Kalau sudah 30 tahun terisolir perlu segera dibuka. Rakyat itu akan tenang kalau sejahtera," tandasnya.

Komentar

Embed Widget
x