Find and Follow Us

Sabtu, 14 Desember 2019 | 07:02 WIB

Wajar Jakarta Tidak Dapat Adipura

Rabu, 8 Juni 2011 | 17:38 WIB
Wajar Jakarta Tidak Dapat Adipura
IST
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Anggota DPD Djan Faridz menilai tidak mengejutkan Jakarta tidak dapat meraih Adipura karena berdasarkan standar internasional, Ibu Kota Indonesia ini hanya meraih peringkat 142 dalam survei lembaga internasional tentang "most livable cities".

"Tidak mengejutkan bila Jakarta tidak mendapat Adipura. Kota ini hanya menempati peringkat 142 dalam survei 'most livable cities' dari 180 kota di dunia. Bahkan di bawah peringkat kota Gabon di Afrika," ungkap Djan Faridz, Jakarta, Rabu (8/6/2011).

Namun, dia menyayangkan Jakarta tidak mendapatkan penghargaan tersebut karena kota ini adalah wajah Indonesia di mata internasional. Seharusnya Pemda DKI bisa mempertahankan Adipura 2009 dengan kategori kota metropolitan.

Dalam penilaian Kementerian Lingkungan Hidup, Jakarta dinilai gagal mempertahankan Adipura, karena tidak lolos kriteria ketersediaan Ruang Terbuka Hijau. Penilaian Adipura tahun ini hanya diberikan bagi kota yang bersih dan teduh (clean and green city) dengan menerapkan prinsip-prinsip 'Good Governance'.

Menurut Djan, seharusnya yang ditanam di Jakarta itu pohon bukan beton. "Saat ini Jakarta seperti hutan beton. Banyak lahan dibuka, tapi tidak ditanami pohon, justru beton," katanya.

Padahal apabila di trotoar ditanami satu pohon setiap 3 meter, maka dalam dua tahun Jakarta akan hijau, seperti di sekitar Menteng dan Kebayoran. "Ada berapa puluh ribu kilometer trotoar di Jakarta yang bisa ditanami pohon, bukan pot. Ini malah banyak pohon ditebang untuk pembangunan," ujarnya.

Sebagai kota metropolitan yang identik dengan kota jasa, lanjut Djan, seharusnya Jakarta mampu menerapkan Good Governance yang baik seperti halnya di Kuala Lumpur atau Bangkok. [bar]

Komentar

x