Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 31 Juli 2015 | 16:22 WIB
Hide Ads

Polda Terus Usut Kasus Narkoba di Tubuh Polri

Oleh : Wahyu Praditya Purnomo | Sabtu, 21 Mei 2011 | 13:58 WIB
Polda Terus Usut Kasus Narkoba di Tubuh Polri
Kombes Pol Baharudin Djafar - inilah.com

INILAH.COM, Jakarta - Keterlibatan beberapa oknum polisi pada kasus penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang membuat jajaran Polda Metro Jaya gerah. Kapolda Metro Jaya Irjen Sutarman, menginstruksikan anggota Kepolisian untuk bersih dan tak terlibat penyalahgunaan norkotka dan obat-obatan terlarang.

"Kapolda telah menginstruksikan, pejabat atau anggota baru datang akan langsung dibersihkan," tegas Kombes Pol Baharudin Djafar, selaku Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya, saat memberikan keterangan seputar penangkapan oknum polisi berpangkat Bripka, anggota Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya di Jakarta, Sabtu (21/5/2011).

Dijelaskan Baharudin, motivasi keterlibatan anggota Kepolisian dalam kasus penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang tersebut dilatarbelakangi, mencari keuntungan yang lebih, serta penyalahgunaan wewenang. "Sementara sejauh mana keterlibatannya masih diselidiki, dan kita pun akan menindak tegas bukan tidak mungkin pemecatan," kata Baharudin.

Instruksi Kapolda Irjen Sutarman ini terkait beberapa anggota kepolisian dari Polda Metro Jaya yang tersandung kasus Narkoba, diantaranya, Bripka B dan Bripka S, keduanya anggota dari Direktorat Narkotika Polda Metro Jaya yang ditangkap karena pengembangan kasus dari residivis kasus narkoba yang telah ditangkap sebelumnya.

Dalam kasus yang terjadi pada dua anggota Kepolisian tersebut, saat ini pihaknya masih lakukan pengembangan dan pemeriksaan terhadap keduanya. "Dari keterangan dan penyelidikan yang kita lakukan, akan kita ungkap siapa bandar besarnya," jelasnya. [bar]

Tag :

Berita Terkait Lainnya

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.