Sabtu, 1 November 2014 | 07:14 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Pemilik Senpi Diancam UU Darurat
Oleh:
metropolitan - Sabtu, 1 Maret 2008 | 16:21 WIB
INILAH.COM, Denpasar - IMS alias Minggik dan WS alias Ketu, dua pentolan preman yang terungkap memiliki sejumlah senjata api tanpa izin, dapat dijerat dengan undang-undang darurat dengan ancaman hukuman seumur hidup.
"Kedua tersangka dapat dijerat UU No.12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman minimal sembilan tahun dan maksimal seumur hidup," kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol AS Reniban, di Denpasar, Sabtu (01/3).
Senada dengan Kabid Humas, Wadirreskrim Polda Bali AKBP Erwin C Rusmana menyebutkan, para tersangka bisa diancam hukuman seumur hidup sehubungan memiliki dan mengusai senjata api tanpa dilengkapi izin yang berlaku.
"Baik Minggik maupun Ketu tidak dapat menunjukkan surat izin atas kepemilikan sejumlah senjata api berikut amunisi yang ditemukan petugas di rumah mereka di Denpasar," kata Erwin.
Disinggung tentang keanggotaan Minggik pada sebuah organisasi penembak, Erwin menyebutkan, "Meskipun anggota organisasi tertentu, namun kalau dia tidak dapat menunjukkan surat-surat atas senjata api yang dimilikinya, ya.. tidak dapat dibenarkan."
Tersangka Minggik dan Ketu ditangkap dalam suatu operasi penggerebekan ke sejumlah "sarang" preman yang dilancarkan Polda Bali di Denpasar hari Rabu (27/2) lalu.
Dari mereka polisi selain menyita 12 pucuk senjata api laras pendek dan panjang berikut ratusan butir peluru, tiga buah granat, rompi antipeluru dan sekitar 200 senjata tajam berbagai jenis.
Untuk senjata api tercatat jenis colt T-38 dan FN-45 dan 48, Cist serta jenis SNW yang lokasi pabriknya diketahui di Amerika Serikat dan Belgia.
Kapolda Bali Irjen Pol Paulus Purwoko mengatakan, seluruh barang yang disita dari para tersangka, kepemilikannya tanpa disertai dengan surat izin sebagaimana mestinya.
Selain dari rumah Minggik dan Ketu, operasi juga menyita sejumlah senjata tajam dan barang lain dari rumah DS alias Dewa Saraf di Perumahan Nuansa Hijau Denpasar, namun yang bersangkutan lolos dari sergapan polisi.
Diperoleh keterangan bahwa Dewa Saraf yang juga gembong preman, sejak beberapa hari lalu berangkat ke daerah Jawa Timur.
Penggerebekan dan penyitaan barang-barang gelap tersebut dilakukan polisi terkait upaya penindakan terhadap sejumlah orang yang diduga preman, yang belakangan melakukan beberapa bentuk tindak pidana di Pulau Dewata. [*/R1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER