Kamis, 21 Agustus 2014 | 03:25 WIB
Follow Us: Facebook twitter
PKS Depok Tak Terima Nur Mahmudi Disebut Kader NII
Headline
Nur Mahmudi Ismail - IST
Oleh:
metropolitan - Kamis, 12 Mei 2011 | 08:47 WIB

INILAH.COM, Depok - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membantah keras tudingan yang menyebutkan Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail sebagai kader Negara Islam Indonesia (NII)

Ketua Bidang Pembinaan DPD PKS Kota Depok, Muttaqin Syafei menegaskan tudingan yang disampaikan mantan Menteri Peningkatan Produksi NII, Imam Supriyanto dalam diskusi di gedung DPR/MPR RI, Kamis (5/5/2011) sangat gegabah. Pasalnya, tidak ada alur sejarah yang mengkaitkan Nur Mahmudi Ismail dalam gerakan yang dituduh makar untuk membentuk negara Islam itu.

”Sejak dulu Pak Nur itu sibuk kuliah di luar negeri. Kembali ke Jakarta pada 1999 dan membentuk Partai Keadilan (PK). Jadi tidak ada garis sejarah dalam gerakan NII yang sekarang heboh,” ujarnya di gedung DPRD Kota Depok.

Lebih tegas dia menyebutkan, memang pernah ada ajakan kepada Nur Mahmudi Ismail untuk pergi ke pesantren Al Zaytun di Indramayu, Jawa Barat.

Tapi tawaran itu ditolak dengan berbagai alasan. Itu semakin menunjukan tidak adanya hubungan antara Nur Mahmudi Ismail dengan Pesantren Al Zaytun yang dituding sebagai markas NII KW 9. Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Depok ini juga menuturkan tudingan PKS sebagai bagian dari jaringan NII lebih bersifat tendisius dan politik.

”Itu jelas merupakan isu politik yang bertujuan merusak citra PKS. Dia menegaskan secara organisasi, PKS memiliki filter tersendiri untuk mencegah masukan kelompok NII dalam tubuh PKS. Filter yang bersifat sistemik itu sudah cukup baku dan efektif,” tegasnya. Muttaqien juga menjamin tidak ada satu kader PKS yang merupakan kader NII.

Dia juga menuding dilemparnya isu keterkaitnya Nur Mahmudi Ismail yang dua kali menjabat Walikota Depok sebagai kader NII sangat tidak rasional. Isu itu lebih sebagai cara menularkan citra buruk terhadap beberapa tokoh PKS yang saat ini sedang menjadi sorotan publik dengan berbagai kasus. Diantaranya dilaporkan mantan pendiri PK, Yusuf Supendi dan kasus menonton video porno saat sidang paripurna yang melibatkan kader PKS di DPR, Arifinto.

Padahal, menurut dia ketokohan Nur Mahmudi Ismail tak perlu diragukan lagi. Sebelumnya berbagai isu tidak benar kerap dilontrakan berbagai kalangan. Seperti menyebut Nur Mahmudi Ismail kader Ahmadiyah dan lainnya. ”Ada lagi yang bilang Nur Mahmudi Ismail tokoh yang tak menegakkan syariat Islam. Banya lagi,” cetusnya.

Sementara itu, sejumlah tokoh ulama di Kota Depok meminta Nur Mahmudi Ismail memberikan klarifikasi dan keterangan secara langsung terkait tudingan itu. Agar publik terutama warga Kota Depok bisa yakin kalau pemimpinnya memang bukan kader NII. ”Kami jelas cinta NKRI. Tidak terima jika ada pemimpin yang ternyata menolak NKRI,” ungkap tokoh umat Islam Depok, Madris.

Dia juga berharap dengan penjelasan langsung itu, dia meyakini akan menjawab segala tanda tanya dan keraguan publik terhadap tudingan itu. Sekaligus menentramkan perasaan publik dan masyarakat Kota Depok. ”Jadi masyarakat Kota Depok tidak perlu lagi khawatir kalau ada pemimpinnya bukan kader NII,” cetusnya juga. [radardepok/mah]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER