Jumat, 31 Oktober 2014 | 16:48 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Gempa Goyang HUT RI di Padang & Bengkulu
Headline
inilah.com/ Wirasatria
Oleh:
metropolitan - Senin, 17 Agustus 2009 | 10:04 WIB
Berita Terkait
INILAH.COM, Padang - Gempa bumi yang mengguncang kawasan Sumatera Barat dan Bengkulu mewarnai peringatan hari kemerdekaan. Gempa susulan itu terjadi beberapa kali di kedua provinsi itu.

Menurut Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), gempa kelima yang melanda Padang hari ini terjadi pada pukul 07.33 WIB, dengan kekuatan 5,2 skala Richter (SR). Meski demikian, aktivitas warga di Kota Padang, dan Sumatera Barat pada umumnya tetap berjalan normal.

Gempa itu berpusat di 1.51 LS - 99.43 atau 67 Km Tenggara Siberut Mentawai, dengan kedalaman 10 Km. Sebelumnya, gempa terjadi berturut-turut pada Senin (17/8) pukul 02.53 WIB, 03.23 WIB dan pukul 04.53 WIB. Ketiga gempa ini berpusat di Siberut, Mentawai dengan kekuatan 5,3 SR. Gempa keempat di kawasan Sumatera terjadi pukul 07.07 WIB dengan kekuatan 5,0 SR, dan berpusat di 74 Km Bengkulu.

Menurut Koordinator Satkorlak Penanggulangan Bencana Sumatera Barat Ade Edwar, sejauh ini belum ada laporan korban jiwa akibat gempa. Korban luka akibat tertimpa plafon di Plaza Andalas, Padang Panjang tercatat 6 orang.

Hingga Senin pukul 07.40 WIB, kondisi Kota Padang masih normal. Upacara detik-detik peringatan HUT RI ke-64 di Kota Padang digelar di Lapangan Imam Bonjol Padang. Sedangkan untuk tingkat provinsi akan dilaksanakan pukul 10.00 di Halaman Kantor Gubernur Sumatera Barat dengan inspektur upacara Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi.

Sementara itu dari Kabupaten Kepulauan Mentawai dilaporkan warga yang sehari sebelumnya lari ke bukit-bukit sudah kembali ke rumah masing-masing. "Tidak ada korban jiwa. Sementara warga yang lari ke bukit sudah pulang ke rumah masing-masing," kata Radio, staf Humas Pemkab Mentawai.

Gempa hebat pernah melanda Sumatera Barar pada Maret 2007, disusul kemudian 12-13 September. Sumatera Barat dikenal sebagai daerah rawan gempa di Indonesia. Hal itu karena Pulau Sumatera berada di atas patahan besar Sumatera atau patahan semangko.

Pakar gempa Badrul Mustafa mengungkapkan, gempa yang terjadi mulai Minggu 16 Agustus memiliki sumber baru dan bukan kelanjutan dari gempa 2007. Karena itu dia mengingatkan agar masyarakat Sumbar waspada terhadap gempa susulan yang lebih hebat. [*/fiq]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER