Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 30 Agustus 2015 | 18:52 WIB
Hide Ads

Bentrok di Pulo Gadung, Polisi Tangkap 8 Orang

Oleh : Irvan Ali Fauzi | Selasa, 5 April 2011 | 00:36 WIB

Berita Terkait

Bentrok di Pulo Gadung, Polisi Tangkap 8 Orang
foto: ilustrasi

INILAH.COM, Jakarta - Dua kelompok massa terlibat bentrok di Terminal Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (4/4/2011) malam.

Keributan ini diduga terjadi lantaran salah satu anggota sebuah ormas, Forum Betawi Rempug, merasa ditipu dan dipukuli oleh oknum penjual tiket bus di Terminal Pulogadung pada pekan lalu. Akibat bentrok ini, polisi berhasil mengamankan delapan orang yang terdiri dari tiga orang dari pihak FBR dan lima penjual tiket bus.

"Kami sudah mengamankan delapan orang dari kedua belah pihak yang bertikai," ujar Kapolsek Pulogadung Komisaris Polisi Dani Hamdani.

Sebetulnya massa FBR sudah menyambangi kawasan terminal sejak pukul 17.00. Namun, selepas waktu maghrib, anggota ormas kedaerahan ini mulai bergerak menyisir kawasan sekitar terminal untuk mencari oknum penjual tiket yang diduga telah memukuli salah satu anggota ormas kedaerahan tersebut.

Sekitar pukul 21.00, bentrok fisik antar dua kelompok ini pun pecah. Meski tidak ditemukan kerusakan pada sarana dan prasarana terminal bus, namun aksi ini tentu saja sempat mengejutkan ratusan pengunjung yang berada di sekitar terminal. Para pengunjung merasa khawatir menjadi sasaran amuk massa yang tengah bertikai itu.

Mendapat laporan ada keributan, puluhan petugas dari Polsek Pulogadung dan Polres Jakarta Timur tiba di lokasi kejadian dan langsung melerai bentrokan. Petugas kepolisian terus berupaya mendamaikan dua kelompok yang saling bertikai ini. Meski begitu, hingga lepas tengah malam, kondisi Terminal Puogadung masih terasa mencekam. [iaf]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.