Find and Follow Us

Kamis, 17 Oktober 2019 | 23:08 WIB

Pembobol Taspen Libatkan Karyawan Bank Mandiri

Oleh : Bayu Hermawan | Kamis, 31 Maret 2011 | 13:18 WIB
Pembobol Taspen Libatkan Karyawan Bank Mandiri
Kombes Baharudin Jafar - inilah.com/Agus Priatna
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharuddin Jafar mengatakan, tersangka pelaku upaya pembobolan BNI, AF alias Ahmad Amminudin, bekerja sama dengan orang dalam Bank Mandiri saat membobol dana Taspen Rp110 Miliar pada 2007.

Hal tersebut disampaikan oleh Kombes Baharudin Jafar saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Kamis (31/3/2011). Kabid Humas Polda Metro Jaya mengatakan dalam melakukan pembobolan dana Taspen Bank Mandiri, AF bekerja sama dengan empat orang lainnya termasuk kepala cabang Bank Mandiri.

"Empat dari lima pelaku pembobolan dana Taspen Bank Mandiri sudah divonis dan ditahan di Cipinang. Salah satu pelaku adalah AR, dia adalah kepala cabang di Bank Mandiri, jadi ada keteribatan orang dalam," jelasnya.

Menurut Baharudin, kasus yang terjadi pada April 2007 tersebut mengunakan modus dana Taspen yang didepositokan di Bank Mandiri, dicairkan ke cabang tertentu. Pencairan melalui rekening yang dibuat di cabang tersebut. Setelah dana dicairkan ke rekening yang dibuat di cabang Bank Mandiri, kemudian dana tersebut ditransfer ke rekening penampung atas nama AF.

"AF ditangkap oleh Krimsus setelah gagal melakukan pembobolan dana Sentra Kredit Menengah Bank BNI. Sebelumnya penyidik Kamneg saat itu, telah membuat DPO, atas nama Andre dengan kerugian Rp110 miliar. Tapi karena Andre, sudah ditangkap, akan jadi tersangka baru baru dalam pembobolan dana Taspen, dan percobaan pembobolan Bank BNI," jelas Baharudin.

Lebih lanjut dari pembobolan dana Taspen itu, polisi menyelamatkan Rp50 miliar uang dan aset Rp10 miliar dari total Rp110 miliar yang dibobol. Saat ditanya apa peran orang dalam Bank Mandiri, Kabid Humas mengatakan, AR mempermudah pencairan deposito tersebut. "Dia sebenarnya yang mengajak orang lain, mempermudah pencairan deposito dana Taspen."

Sebelumnya Direskrimsus Polda Metro Jaya melalui unit Fiskal Moneter dan Devisa menangkap AF karena mencoba membobol dana kredit dari SKM BNI. AF merupakan residivis kasus pembobolan Bank. [mah]

Komentar

Embed Widget
x