Jumat, 31 Oktober 2014 | 01:53 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Menunggu Kembalinya Hegemoni Sepak Bola Bandung
Headline
Foto: Istimewa
Oleh: Deni Mulyana
metropolitan - Sabtu, 19 Februari 2011 | 23:45 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Bandung – Dua dekade silam atau di awal 1990-an, Jabar khususnya Bandung menjadi salah satu kota yang disegani dalam kancah sepak bola nasional. Hegemoni klub-klub sepak bola Bandung diwakili oleh Persib Bandun dan Bandung Raya.

Kini setelah klub Bandung Raya yang dibentuk Tri Gustoro dibubarkan pada 1997, harapan kembali muncul saat Persib mendapat ‘adik’, Bandung FC yang merupakan klub baru di Liga Primer Indonesia (LPI). Pertanyaannya, bisakah kedua tim ini mengembalikan hegemoni sepak bola Jabar, khususnya Kota Bandung di tingkat nasional?

Di awal 1990-an, saat Indonesia memiliki dua kompetisi yakni Galatama dan Perserikatan, nama Kota Bandung cukup harum. Hal itu tak lepas dari prestasi Maung Bandung yang berhasil menjadi juara Divisi Utama Perserikatan PSSI. Sedangkan Bandung Raya, kendati tidak sempat menjadi juara, merupakansalah satu klub papan atas di Galatama.

Setelah jadi juara musim 1989/1990, Persib mengulang sukses pada musim terakhir Perserikatan 1994/1995. Saat kompetisi Perserikatan PSSI dan Galatama dilebur menjadi Liga Indonesia (LI), Persib yang saat itu dihuni para pemain bintang seperti Robby Darwis, Yusuf Bachtiar, Jajang Nurjaman, Sutiono, dll kembali menorehkan prestasi sebagai tim pertama yang menjuarai LI.

Pada musim pertama ini pula Bandung Raya menobatkan diri sebagai tim papan atas. Saat itu, Bandung Raya juga dihuni para pemain bintang seperti Peri Sandria yang mampu menjadi top skorer, didampingi tendemnya pemain asal Yugoslavia, Dejan Glusevic.

Musim kompetisi 1994-1995, benar-benar menjadi milik masyarakat Jabar. Betapa tidak, saat itu LI dihuni enam tim asal Jabar. Selain Persib dan Bandung Raya, ada pula PSB Bogor dan Persikabo Kabupaten Bogor. Juga masih ada Persita Tangerang dan Persikota Kota Tangerang, sebelum Provinsi Banten memisahkan diri dari Jabar.

Supermasi Jabar semakin lengkap dengan tampilnya Persikab Kabupaten Bandung sebagai juara Divisi I Perserikatan PSSI, dan berhak promosi ke Divisi Utama.

Pada tahun berikutnya, klub Kota Bandung masih mendominasi. Pada LI musim 1995/1996, giliran Bandung Raya yang tampil sebagai kampiun. Sayangnya kiprah Bandung Raya harus terhenti karena krisis keuangan dan terpaksa mengundurkan diri dari LI pada musim berikutnya.

Setelah itu, prestasi klub-klub Jabar pun meredup, satu-satu tim LI berguguran. Dan kini saat format kompetisi berubah menjadi Liga Super Indonesia (LSI), tinggal Persib Bandung yang membawa nama Jabar di kancah sepak bola nasional. Walaupun sebenarnya selain Persib, ada Pelita Jaya Karawang. Namun klub ini masih belum bisa meraih hati masyarakat Jabar, karena seringnya berpindah-pindah home base.

Dari di sisi suporter, saat itu di Bandung bisa dikatakan terbelah dua antara bobotoh Persib dan suporter Bandung Raya. Kendati memang bobotoh masih mendominasi dibandung fans Bandung Raya.

Kendati kecil, pendukung Bandung Raya ini cukup solid. Hal itu terlihat saat kedua tim berlaga di home base bersama mereka di Stadion Siliwangi Bandung. Kendati sama-sama berkostum biru, kedua kelompok suporter memiliki suara berbeda di lapangan.

Tingginya animo masyarakat, khususnya kalangan muda saat itu terhadap Bandung Raya tidak lepas dari prestasi yang ditorehkan Peri Sandria cs. Selain bisa memenangkan pertandingan, Bandung Raya yang saat itu dilatih meneer Henk William juga menampilkan permainan cantik di lapangan.

Setelah 15 tahun, akhirnya Kota Bandung kembali dihuni dua klub yang berkiprah di dua kompetisi berbeda, setelah digulirkannya LPI . Bandung diwakili Bandung FC di LPI, dan Persib menjadi salah satu tim elite di LSI.

Keberadaan LPI memang masih menyisakan kontroversi. Mulai dari ancaman pemain yang tidak bisa berkiprah di timnas, sanksi kepada semua elemen pendukung LPI, serta deportasi pemain asing yang membela klub LPI.

Namun mantan Pelatih Persib Bandung Indra Thohir menilai polemik kehadiran LPI di tengah-tengah digelarnya roda kompetisi LSI, tidak perlu terjadi. Menurut Indra, sepanjang semua dimaksudkan untuk memajukan persepakbolaan nasional, hal tersebut seharusnya tidak jadi masalah.

Indra memaparkan, saat PSSI masih menggelar dua kompetisi secara berbarengan, yakni Perserikatan dan Galatama, terbukti kedua kompetisi yang berlabel amatir dan semiprofesional tersebut bisa berjalan beriringan.

"Saya masih ingat saat kompetisi Perserikatan dulu. Keduanya bisa berjalan dengan baik. Bahkan sepak bola nasional cukup disegnani sampai bisa menjuarai SEA Games. Dan saya pun jadi juara dalam status amatir," ujar Indra yang membawa Persib juara Perserikatan tersebut.

Terlepas dari kontroversi tersebut, hadirnya Bandung FC bersanding dengan Persib semakin menyemarakan sepak bola Kota Bandung. Hal itu terlihat saat Bandung FC menggelar laga home di Stadion Siliwangi Bandung Sabtu (5/2/2011) dengan hasil 0-1.

Bandung FC mulai mendapatkan perhatian dari masyarakat Bandung, dengan banyak penonton yang datang ke stadion hingga ribuan orang yang menamakan diri Baraya. Begitu pula saat menjamu PSM Makassar, Sabtu (19/2/2011) malam yang berakhir seri, 1-1.

Eksistensi Bandung FC diyakini bisa menjadi reinkarnasi Bandung Raya yang bisa menjadi pesaing Persib di lapangan hijau, sekaligus ‘mencuri’ perhatian bobotoh untuk mendukung tim berjuluk Laskar Siliwangi ini. Syaratnya, tim yang dilatih Nandar Iskandar ini harus bisa memberikan prestasi kepada masyarakat Kota Bandung, seperti halnya Bandung Raya dua dekade silam. Patut kita tunggu kiprah Bandung FC selanjutnya.[den]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
Carlos
Senin, 21 Februari 2011 | 00:42 WIB
Kiprah bandung raya: http://1.bp.blogspot.com/_7WDmRbo90Rs/S4TVpTq919I/AAAAAAAAAFg/kwZdt3FwKmM/s1600-h/mastrans-bandung-raya-profi1.jpg
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER