Sabtu, 25 Oktober 2014 | 19:36 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Angin Duduk Bisa Sesak Nafas
Oleh:
metropolitan - Senin, 6 Juli 2009 | 17:58 WIB
PENYAKIT masuk angin duduk sebenarnya tidak ada dalam ilmu kesehatan. Namun penyakit ini sudah sangat terkenal di masyarakat. Penyakit ini bisa mengakibatkan sesak nafas.
Masuk angin seperti ini dipicu dorongan yang keras oleh suatu gastrik dari lambung kebagian atas (osofagus uteri). Gaster (lambung), merupakan bagian dari saluran makanan yang dapat mengembang paling banyak terutama di daerah epigaster.
Lambung terdiri dari bagian atas fundus uteri yang berhubungan dengan osofagus melalui orifisium pilorik, terletak di bawah diaprahma di depan pancreas dan limpha, menempel di sebelah kiri fundus uteri.
Sementara osofagus merupakan saluran makanan yang menghubungkan tekak dengan lambung, panjangnya kurang lebih 25 sentimeter mulai dari faring sampai pintu masuk kardiak di bawah lambung.
Osofagus terletak di belakang trakea dan di depan tulang punggung setelah melalui toraks menembus diaprahma masuk ke dalam abdomen menyambung dengan gaster (lambung).
Dorongan tekanan gas dari lambung menekan ke bagian atas, mengakibatan osofagus di daerah diaprahma mengembang lebih besar dan terjadi desakan pada saluran pernafasan sehingga menyebabkan nafas sesak bahkan berhenti. Kalau kejadian ini cukup lama akan berisiko buruk. Pemicu masuk angin duduk pada umunya akibat makanan yang berlemak, kopi, stres dan cuaca.
Untuk pertolongan bisa dilakukan terapi atau dibawa ke rumah sakit. Segment massage adalah metode terapi pijat yang menyalurkan innervasinya dengan merileksasi jaringan otot dan ganglion syaraf.
Tentunya dengan menekan, pijat, di daerah columna vertebralis kiri kanan. Rangsangan untuk mempengaruhi fungsi kelenjar dan kerja syaraf penggerak katup paru-paru serta mendorong sisa-sisa gaster ke saluran pembuangam.
Untuk mengembalikan kelenturan dan kekenyalan osofagus, tekan dan pijat di area ulu hati, otot-otot dada di sela-sela otot tulang rusuk VII sampai rusuk I. Juga menormalisir kelenjar penghasil cairan getah bening cerna. Seperti kelenjar ludah, kelenjar getah lambung, kelenjar hati, kelenjar pancreas dan kelenjar usus.
Kalau sirkulasi seluruh cairan tubuh, elektrolit dan darah normal maka daya tekanan gastric menurun dan kram osofagus di diaprahma bisa dicegah atau tidak terjadi.
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER