Minggu, 21 September 2014 | 09:02 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Menipu Sebesar Rp2,3 Miliar, WN Nigeria Ditangkap
Headline
Foto: Istimewa
Oleh: Bayu Hermawan
metropolitan - Rabu, 19 Januari 2011 | 18:42 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Petugas kepolisian dari Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menangkap seorang warga negara Nigeria yang melakukan penipuan.

ECA, WN Nigeria, ditangkap karena dilaporkan menipu korban bernama Raden Agung Wiryawan senilai Rp2,3 miliar. "Pelaku bersama sindikatnya menipu dengan cara mengirim pesan melalui situs korban," Ujar Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Yan Fitri di Jakarta, Rabu, (19/1/2011).

Yan Fitri menjelaskan penipuan berawal dari perkenalan RR, salah anggota kelompok penipu, dengan korban melalui sesbuah situs bernama "Netlog.com".

RR yang mengaku di luar negeri meminta bantuan kepada korban, yang ingin mengirimkan uang sebesar Rp1,8 juta USD kepada orang tuanya yang ada di Indonesia.

"Pelaku meminta bantuan Agung agar menerima paket uang untuk orangtuanya di Indonesia," paparnya.

Agung yang setuju kemudian memberikan identitas lengkap pribadi kepada pelaku. Untuk semakin meyakinkan korban, pelaku kemudian mengirimkan bukti pengiriman paket melalui kargo "Agility Xpress Couriers
Service" disertai nomor akuntan 61781 dengan nama pengirim RR.

Pelaku juga mencantumkan nama perusahaan Allied Omega Company beralamat 32 Myeers Avenue, 567 Park Line London United Kingdom. Serta memberikan bukti berupa sertifikat deposit yang diterbitkan "International
Diplomatic and Courieer Service Clearing House London United Kingdom".

Beberapa hari setelah Agung menerima bukti pengiriman, salah seorang perempuan yang mengaku bernama SC menghubungi Agung dan menjelaskan kalau paket yang dikirim mengalami kendala di Malaysia, dan korban
diminta membayar Rp10 juta agar paket tersebut bisa lolos.

Agung sepakat membayar Rp10 juta melalui rekening Bank BNI. Kemudian Agung kembali menerima telepon dari seseorang berinisial MD, yang kembali meminta uang sebesar Rp16,5 juta, untuk meloloskan
paket kiriman yang bermasalah di bea cukai Malaysia.

Setelah mengirimkan uang Rp16,5 juta melalui Western Union kepada MD, korban kembali menerima telepon yang mengatakan paket barang bermasalah. Kali ini korban mendapat telepon dari SC yang mengatakan barang kiriman bermasalah di Bandara Soekarno Hatta dan harus membayar Rp128 juta, karena ada masalah bea cukai.

Setelah membayar uang yang diminta, korban kemudian mendapatkan kabar dari SC yang mengatakan paket sudah diantar oleh seorang kurir berinisal J. Korban dan kurir pun kemudian mengadakan perjanjian untuk
serah terima paket titipan di sebuah hotel di Jakarta Barat.

"Namun setelah paket dibuka, ternyata hanya berisi lima bendel berukuran besar uang dolar AS pecahan 100 Dolar, 50 Dolar, 20 Dolar dan 10 Dolar, dan tidak sesuai dengan apa yang disampaikan pelaku," jelas
nya.

Korban kemudian melaporkan hal ini ke petugas kepolisian. Setelah melakukan penyelidikan, polisi akhirnya menangkap ECA di Apartemen Mediterania, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Selasa (18/1) sore.

"Polisi menggeledah rumah tersangka mahasiswa semester III Universitas Widuri Palmerah, Jakarta Pusat itu, di Perumahan Griya Sutera, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten. Polisi menyita uang tunai pecahan Rp100.000 senilai Rp650 juta, pecahan Rp50.000 sebanyak Rp15 juta, satu lembar uang pecahan 100 Dolar AS, dua paspor hijau milik ECA, satu lembar bukti setoran melalui BCA milik ECA senilai Rp600 juta," jelas Yan Fitri.

Saat ini, petugas terus mengembangkan kasus ini dengan melakukan pemeriksaan terhadap saksi EW, AR alias SC dan mencari pelaku lainnya yang mengontak, serta bertemu Agung. [bar]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER